Heboh, Pelajar SMA di Malteng Konvoi Rayakan Kelulusan Hingga Pesta Ala Diskotek
potretmaluku.id – Aksi para pelajar SMA pada sejumlah sekolah di Kabupaten Maluku Tengah merayakan kelulusan dengan cara berhura-hura dan berkonvoi di tengah perkampungan menjadi heboh hingga viral di media sosial.
Aksi para pelajar dari berbagai wilayah di Malteng itu menuai kecaman hingga kontroversi lantaran cara mereka merayakan kelulusan dinilai tidak pantas.
Dari sejumlah video yang beredar, para pelajar SMA ada yang merayakan kelulusan dengan menggelar pesta dengan suasana ala-ala diskotek. Mereka berjoget dan menari mengikuti alunan musik keras dibawah sorotan lampu yang berkedip-kedip.
Perayaan kelulusan dengan menggelar pesta bak diskotek itu digelar di berbagai tempat, seperti di Tulehu Kecamatan Salahutu, di Kecamatan Leihitu dan juga di Kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah. Pesta itu digelar usai pengumuman kelulusan pada Senin (4/5/2026).
Dari video yang beredar, para pelajar di wilayah tersebut itu berjoget dengan seragam sekolah yang telah diberi gambar dan dicoret-coret.
“Ia ada pesta. Siswa yang lulus bikin pesta, lalu joget sampai subuh,” kata Udin salah seorang warga Tulehu saat dihubungi wartawan dari Ambon, Kamis (7/5/2026).
Dia mengaku perayaan kelulusan pelajar SMA dengan cara menggelar pesta di desa tersebut telah berlangsung lama. Biasanya sehari menjelang pengumuman kelulusan, para siswa telah menyiapkan tenda dan sound sistem yang mereka sewa.
“Itu setiap tahun begitu, anak-anak yang lulus biasanya mereka kumpul uang mereka sewa tenda dan sound untuk bikin acara,” jelasnya.
Di Kecamatan Pulau Haruku, para siswa merayakan kelulusan dengan menggelar konvoi di dalam perkampungan sambil menyalakan mercon dan menggedor-gedor pedal gas.
Mereka juga membuat berbagai jenis gambar di seragam dengan berbagai coretan kalimat. Sejumlah video aksi para pelajar SMA di Pulau Haruku iyu juga viral di media sosial hingga menuai kecaman.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Maluku, Sarlota Singerin saat dimintai keterangan terkait aksi merayakan kelulusan dengan cara berkonvoi hingga pesta pora oleh para siswa di Maluku Tengah yang menuai sorotan luas tersebut, enggan memberikan penjelasan.
“Nanti dengan Pak Kabid SMA saja karena beliau yang tangani,” jawab Sarlota kepada wartawan via panggilan WhatsApp.
Sementara Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Fanje Mandaku yang dikonfirmasi secara terpisah mengaku sangat menyayangkan aksi para siswa di sejumlah sekolah yang merayakan kelulusan dengan cara tidak elok.
“Tentu kita sangat sayangkan ada perayaan kelulusan yang heboh-heboh seperti itu,” katanya kepada wartawan via telepon.
Menurutnya, sebelum pengumuman kelulusan, pihaknya telah menginstruksikan semua SMA di 11 kabupaten/kota agar pengumuman kelulusan dilakukan secara online. Pihak sekolah juga telah diperintahkan untuk melarang para siswa merayakan kelulusan dengan aksi coret baju, konvoi dan kegiatan yang bersifat negatif lainnya.
“Kita juga kirim surat ke sekolah untuk umumkan kelulusan secara online agar tidak ada kumpul-kumpul,” ungkapnya.
Meski demikian, Fanje mengakui masih saja ada siswa yang merayakan kelulusan dengan cara yang tidak elok hingga menuai kecaman dan hujatan.
“Anak-anak biar dilarang lagi mereka punya kebiasaan dan sudah terbiasa setiap tahun jadi pas dengar lulus mereka saling berkabar satu sama lain lalu bikin acara begitu. Itu sudah diluar lingkungan sekolah dan bukan tanggung jawab sekolah lagi,” ujarnya.
Fanje juga mengaku akan berkoordinasi dengan pihak sekolah di beberapa wilayah di Malteng yang siswanya merayakan kelulusan dengan mencoret seragam, berkonvoi hingga mengadakan pesta ala diskotek.
“Soal heboh-heboh itu nanti saya komunikasi dengan kepala sekolahnya dulu kita pastikan dulu,” imbuhnya. (SAH).
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



