potretmaluku.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon mengecam pernyataan Ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamaela yang menyebutkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah (Malteng) lalai membina keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Pernyataan Morits dalam menanggapi konflik warga Negeri Hitu dan Desa Hunuth yang disampaikan kepada sejumlah media itu dinilai asal bunyi (asbun), tidak bijaksana serta provokatif.
“Pernyataan Morits itu tidak mencerminkan sikap sebagai seorang pejabat publik,”kata Kabid Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) HMI Cabang Ambon, Rama Keliangin, Kamis (21/8/2025).
Menurut Rama, pasca insiden di Desa Hunuth, Bupati Malteng, Zulkarnain Awat Amir langsung mendatangi Raja Hitu Lama dan Raja Hitu Messing di kediaman masing-masing sebagai upaya meredam situasi dan menjaga kondusifitas.
Selain itu, Bupati juga mendatangi dan menyantuni keluarga korban pertikaian antar siswa SMK Negeri 3 Ambon di Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu.
Pemkab Malteng juga telah berkoordinasi dengan Walikota Ambon maupun Gubernur Maluku terkait solusi penanganan terhadap rumah warga Desa Hunuth yang terbakar dalam insiden bentrok kemarin.
“Herannya saat tengah membangun koordinasi, Morits malah tampil dengan pernyataan yang tidak etis juga provokatif dan tidak mencerminkan layaknya seorang pejabat publik,”pungkasnya.
Kata dia, ketua DPRD Ambon belum selesai dengan masalah pesta miras di rumah dinasnya beberapa waktu lalu. Mestinya intropeksi diri, bukan mengkritisi urusan Pemda Malteng.
Hal senada juga disampaikan Ketua Perhimpunan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Jazirah (Hetu Upu Ana), Suherman Ura. Dia menilai pernyataan Morits tidak bijaksana dan berpotensi memperkeruh suasana.
“Masa seorang Ketua DPRD bisa memberikan pernyataan seperti itu. Harusnya beliau beri teladan yang baik, mengimbau agar masyarakat menahan diri, bukan malah saling menyalahkan,”tutur Ura.
Menurutnya, pernyataan Morits sebagai seorang pejabat publik bukan sekedar kata-kata biasa, itu bisa berdampak langsung terhadap stabilitas sosial di masyarakat, bukan sewot dengan urusan Pemkab Malteng.
“Sebagai pimpinan DPRD, pak Morits mestinya bijaksana, memberikan pernyataan yang sifatnya edukatif agar persoalan dapat terselesaikan secara cepat sesuai harapkan bersama,”tandas Ura. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



