Pesona Pantai Kei dan Sambutan Hangat Masyarakat Bikin Wisatawan Asing Terpukau
potretmaluku.id — Ajang Wonderful Sail to Indonesia 2025 resmi dibuka di Pantai Ngiar Varat, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (23/7/2025). Sebanyak 36 kapal layar dari tujuh negara dijadwalkan singgah dalam kegiatan pelayaran internasional ini.
Tak hanya menyuguhkan panorama laut dan pasir putih yang menawan, penyambutan warga lokal juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara.
Salah satu peserta asal Swedia, Nila, mengaku langsung terpesona ketika pertama kali menginjakkan kaki di Kepulauan Kei. Meski baru pertama kali berkunjung, ia mengaku merasa sangat diterima.
“Begitu jangkar diturunkan dan kami melihat pantainya secara langsung, saya sungguh terkesima. Pasirnya putih dan halus, pemandangannya sangat indah,” ujar Nila di sela-sela acara penyambutan, sebagaimana dikutip infopublik.id.
Tak hanya keindahan alam, keramahan masyarakat Kei juga meninggalkan kesan mendalam. Ia dan rombongan disambut dengan sapaan hangat dan diajak menikmati sajian khas daerah. Menurutnya, interaksi dengan masyarakat menjadi salah satu momen terbaik selama perjalanan.
“Kami mencoba makanan lokal, seperti sayur sir-sir, enbal, dan pisang enbal. Rasanya enak sekali, saya menyukainya,” kata Nila sambil tersenyum.
Ia juga menyampaikan keinginannya untuk menetap lebih lama di Maluku Tenggara dan mengeksplorasi kekayaan budaya serta tradisi lokal.
“Saya ingin kembali ke Tanah Kei suatu hari nanti. Ada begitu banyak yang ingin saya pelajari dan alami di sini,” ujarnya.
Promosi Wisata Sekaligus Diplomasi Budaya
Kegiatan Wonderful Sail to Indonesia telah berlangsung lebih dari dua dekade dan menjadi bagian penting dalam promosi wisata bahari Indonesia. Program ini juga berperan sebagai jembatan diplomasi budaya antarbangsa, memperkenalkan kekayaan lokal dari titik-titik pelayaran di seluruh Nusantara.
Tahun ini, Kabupaten Maluku Tenggara kembali dipercaya sebagai entry point atau pintu masuk kegiatan. Pantai Ngiar Varat dipilih sebagai titik sandar utama, menggantikan Ohoi Debut yang selama ini menjadi lokasi langganan.
Pemerintah daerah menyebut pemilihan lokasi baru ini sebagai strategi untuk memperkenalkan destinasi alternatif dan membuka potensi wisata baru di kawasan Kei. Para peserta dijadwalkan melanjutkan pelayaran menuju Banda, Ambon, dan sejumlah wilayah timur Indonesia lainnya setelah agenda di Maluku Tenggara selesai.
Selain menikmati alam dan kuliner, peserta juga mengikuti pertunjukan seni tradisional dan kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat lokal. Interaksi langsung inilah yang menjadikan Sail to Indonesia berbeda dari sekadar pelayaran wisata biasa.(*/TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



