AmboinaPendapat

Surat Terbuka Kepada Walikota Ambon

Selamat akhir Januari Pak Walikota yang beta hormati dan kasihi. Semoga tetap sehat dan diberkahi senantiasa.

Sebagai warga kota Ambon patut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pak Walikota dan Ibu Wakil Walikota atas pengayomannya kepada warga kota Ambon hingga kini dan kedepannya.

Apresiasi dan terima kasih ini tentu bukan sekedar pemanis semata sebab kerja dan kinerja yang ditunjukan telah memberi harapan bagi warga kota dalam menata kota ini menuju kota yang aman, damai dan sejahtera bagi semua.

Jika survei kepuasan dilakukan hari ini, maka beta hakul yakin tingkat kepuasan terhadap pemerintah kota Ambon saat ini melampaui angka 80 persen.

Beberapa hari terakhir ini di media sosial ramai membincangkan tanggapan pak Wali terhadap sikap warga kota. Di laman fesbuk pa Wali ada ratusan komentar dari berbagai kalangan. Ada beragam tanggapan.

Tidak banyak pimpinan daerah yang mau membangun komunikasi terbuka dengan warganya di era digital saat ini. Pak Wali telah mengambil jalan yang cerdas sekaligus mengandung resiko. Melalui status dan postingan di media sosial yang dibagikan maka warga kota mendapat informasi, data, gagasan sekaligus rekam jejak kinerja yang dilakukan nyaris tiap hari (real time).

Beresiko, karena tidak semua warga memiliki sudut pandang yang sama terhadap sebuah teks. Tidak semua warga memiliki getaran positif (positive vibes) untuk merespons tiap informasi. Dan itulah teori resepsi teks, selalu multitafsir. Butuh kematangan dan kedewasaan bersama dalam menyikapi sebuah teks naratif.

Pak Wali yang beta hormati,

Ada beragam respons yang diberikan warga kita di laman media sosial pak Wali. Dan indahnya, pak Wali sabar memberi respons satu demi satu. Mungkin ini cukup menguras waktu dan energi tetapi jika dimaknai sebagai bentuk kemunikasi publik maka kiranya memberi maslahat bagi warga kota ini.

Sebuah proses literasi dan edukasi di era digital yang tak terelakan saat ini. Ketika ada warga yang menyampaikan pandangan kritis dan bahkan dengan kata-kata yang sarkastis, namun ditanggapi dengan hikmat dan kasih.

Salah satunya puncaknya adalah proses saling memaafkan dan mengambil hikmah atas peristiwa itu. Ini sebuah keteladanan. Ini sebuah pembelajaran publik yang indah. Semoga kita semua semakin dewasa bermedia sosial dan menjadikan media sosial sebagai jembatan komunikasi yang saling melengkapi dan meneguhkan.

Kota Ambon kota yang indah, milik kita bersama. Kita perlu terus membangun rasa memiliki (sense of belonging) terhadap kota ini. Kota Ambon adalah kota yang berbhineka. Sejak dulu kota ini dibentuk sebagai kota multikultur.

Sejarawan Gerrit J Knaap telah menabalkan kota ini sebagai “city of migrants’  dalam tulisannya (1991). DNA kota ini adalah keberagaman. Dan dengan cerdas pak Wali dan Ibu Wali telah mewadahinya dalam visi menjadikan Ambon kota yang toleran, toleran atas tiap perbedaan. Toleran untuk bersama-sama menghargai perbedaan, dan menjadi perbedaan sebabagi kekuatan membangun kota yang kita cintai bersama ini.

Akhirnya, Beta Par Ambon, Ambon Par Samua adalah sebuah komitmen bahkan janji suci Pak Wali dan seluruh warga kota untuk memberikan yang terbaik bagi kebaikan semua. Semua bukan hanya manusia (antropos) tetapi juga alam semesta (ekologis).

Berbagai program dibuat untuk menghadirkan kebaikan bagi semua. Sebuah komitmen yang sangat esensial ketika visi misi Pak Wali adalah mewujudkan kota yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan. Doa kami kiranya visi dan misi ini kita wujudkan bersama.

Tantangan dan hambatan selalu ada. Bagai ombak di pantai Mardika yang tak habisnya. Namun sebagai insan beriman, kita percaya semua niat baik dan kerja yang tulus akan menghasilkan buah yang manis.

Terima kasih pak Walikota. Mohon maaf jika ada kata-kata yang salah. Tetap sehat dan diberkati selalu. Selamat juga buat anak sulung yang telah diwisuda sarjana kedokteran beberapa hari lalu. Tuhan sertai tiap langkah bersama menjadikan kota Ambon tetap Manise.(Rudy Rahabeat, warga kota Ambon)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button