Pendapat

Prof Aminuddin Salle, Balla Barakkaka ri Galesong, dan Kepemimpinan Appaka Sulapak

Terdapat pula Barung-Barung sebagai tempat penyimpanan hasil pertanian yang dahulu biasa digunakan juga untuk tempat tinggal para penggarap tanah, kebun, atau sawah. Selain itu, ada Balla-Balla Saukang, sebagai replika tempat istirahat para raja atau bangsawan Makassar.

Jika ke BBrG, dari kota Makassar jaraknya sekira 25 Km, sedangkan dari ibu kota Takalar hanya berjarak 10 Km.

Terdapat pintu gerbang sebagai petunjuk ke arah BBrG yang merupakan desa Pancasila dan Konstitusi itu. Prof Aminuddin Salle bersama Mahkamah Konstitusi (MK) RI, termasuk perintis pembentukan Desa Pancasila dan Konstitusi se-Indonesia.

Prof Mahfud MD (Ketua MK, periode 2008-2013), pernah berkunjung ke BBrG, dan diberi gelar Karaeng Tojeng, artinya benar, dapat dipercaya.

Kepemimpinan Appaka Sulapa

Saya menangkap kesan bahwa kehadiran Balla Barakkaka ri Galesong merupakan cara Prof Aminuddin Salle menjawab kegelisahaannya terhadap kampung halamannya, Galesong.

Dalam buku Permata-Permata dari Timur (2011), beliau mengatakan bahwa Galesong di masa lalu punya sejarah yang besar, tetapi sayang agak terabaikan.

Ini pula yang dikemukakan oleh peneliti sejarah Indonesia Timur, Amrullah Amir, Ph.D, dalam Seminar Tradisi dan Kebudayaan Menyusuri Jejak Sejarah Galesong, di BBrG, Sabtu, 7 Fabruari 2026.

Dosen FIB Unhas itu menandaskan bahwa di masanya, Galesong menjadi simpul penting jalur maritim Nusantara, sama dengan Tallo. Daerah ini bahkan punya figur ikonik ternama, yakni Karaeng Galesong.

Menurut Aminuddin Salle, Karaeng Galesong memiliki kepemimpinan Appaka Sulapak.

Simbol Appaka Sulapak, menurut beliau, diambil dari hasil anyaman bambu yang membentuk huruf SA (ᨔ), segi empat belah ketupat. Anyaman bambu berbentuk segi empat belah ketupat itu dalam aktivitas budaya disebut Lasugi (Makassar) atau Walasuji (Bugis).


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3 4 5Next page

Berita Serupa

Back to top button