Prof Aminuddin Salle, Balla Barakkaka ri Galesong, dan Kepemimpinan Appaka Sulapak
Balla Barakkaka ri Galesong
Sejak 2016, Ketua Kopertis Wilayah IX (2004-2006 dan 2006-2008) ini mulai mengembangkan kampung adat dan budaya, yang juga sebagai laboratorium aksara lontarak Mangkasarak.
Di atas lahan yang semula merupakan tanah kebun milik keluarganya itu, berdiri Balla Barakkaka ri Galesong (BBrG), yang diresmikan pada 19 Maret 2018.
BBrG didedikasikan sebagai tempat pembinaan, edukasi, pelestarian adat dan budaya, serta nilai-nilai dan kearifan lokal Makassar.
BBrG diharapkan menjadi sarana turunnya berkah dari Allah SWT kepada mereka yang berpartisipasi dalam pendirian dan pengembanggannya, juga berkah bagi masyarakat setempat dan pengunjung yang datang ke sana.
BBrG pernah dinobatkan sebagai salah satu dari 75 Desa Wisata dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Berbagai seni budaya Makassar, seperti tarian, sastra lisan, dan kuliner tradisional kerap disajikan di sana.
Salah satu agenda rutin yang dihelat adalah Gaukang Karaeng Galesong yang dilaksanakan oleh masyarakat dan pemangku adat Karaeng Galesong.
Yang istimewa, tamu yang datang akan dijamu dengan umba-umba. Sungguh suatu kehormatan, ketika Prof Aminuddin Salle Karaeng Patoto sendiri menyuapkan umba-umba ke mulut saya, saat saya berada di BBrG menyaksikan prosesi tappu kana salah seorang kerabatnya.
Tappu kana merupakan tahapan dalam perkawinan adat Makassar, yang berarti musyawarah untuk mengambil keputusan.
Dalam tahap ini dibicarakan segala sesuatu terkait mas kawin, uang belanja, waktu dan tempat acara pernikahan, serta lainnya. Mereka yang datang hari itu mengenakan baju tradisional, diiringi gandrang (gendang) dan pui-pui (sejenis suling).
Di BBrG, kita bisa menjumpai bangunan-bangunan dengan arsitektur Makassar, yang tertata apik. Ada Balla Barakka sebagai rumah utama, dan Baruga Appaka Sulapak sebagai tempat musyawarah keluarga dan warga masyarakat.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



