Maluku

MI Dinilai Gagal Total 5 Tahun Pimpin Maluku, Alan Hehanussa: Tak Layak Dipilih Kembali

Hal terburuk, tambah dia, yang ditemukan masyarakat, perihal biaya pendidikan gratis untuk SMU/SMA di Maluku. Biaya pendidikan menjadikan masyarakat kian kehilangan harapan untuk mendapatkan pendidikan secara baik.

“Karena, program tersebut hanya berbunyi ketika kampanye di lapangan. Realisasi selalma kepemimpinan MI, hanya isapan jempol,” tegas Alan.

Keluar dari 16 program yang dicanangkan Murad tersebut, kata Alan, masih banyak persoalan di tengah masyarakat yang tidak mampu diatasi oleh MI. Sebut saja, persoalan konflik internal pada masyarakat.

“Di mana, MI hampir tidak mampu menangani setiap persoalan yang timbul di tengah masyarakat. Padahal, perannya secara langsung untuk mengatasi hal ini, sangat dibutuhkan. Namun, yang diterima dari masyarakat pertikai hanya janji kosong dari MI,” bebernya.

Dia katakan, kalau harus dihitung per item atas persoalan pembangunan yang selama ini hanya dijanjikan MI tanpa ada realisasi, maka terlalu banyak.

Kenyataan ini, meniscayakan lanjut Alan, masyarakat harus memilih figur baru untuk menakhoadi Maluku di periode ke depan. Sebab, MI sudah tidak layak untuk memimpin Maluku. Mestinya, MI memperlihatkan kemampuannya selama periode kemarin, dalam menerobos pembangunan di Maluku yang terisolasasi.

“Sayangnya, MI selama kepemimpinannya kemarin, hanya berbatas pada eforia. Maluku tidak membutuhkan hal-hal yang bersifat eforia. Maluku membutuhkan sentuhan tangan pemimpin yang loyak, yang sinergis terhadap birokrasi dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.(*/TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button