Nasional

Lensa Penuh Makna: Dari Maluku Ipda Buchari Cetak Sejarah Lewat Fotografi

Wajah Humanis Polri Melalui Jepretan Kamera

Kini, di sela tugasnya sebagai pengayom masyarakat, Buchari juga aktif memberikan pelatihan fotografi kepada personel di lingkungan Polda Maluku. 

Ia berbagi teknik, narasi visual, hingga prinsip etika jurnalistik. Tujuannya sederhana: memupuk apresiasi seni sebagai bagian dari pendekatan tugas yang lebih manusiawi.

Panggung Nasional dan Inspirasi Lokal

Lomba Kreatif Polri 2025 bukan hanya soal mengumpulkan karya. Menurut laporan Divisi Humas Polri yang diunggah di media sosial, momen pengumuman juara disambut antusias oleh ribuan peserta daring dan luring.

Juara satu dimenangkan Buchari, disusul oleh Brigpol Mohamad Rizki (Ditlantas Polda Metro Jaya) dan Aiptu Budi Sastra Negara (Polres Tanah Karo, Sumut).

Prestasi ini menjadi semacam “wake-up call” atas potensi terpendam di internal Polri. Selain menjalankan tugas negara, anggota bisa memberi kontribusi melalui seni, kecerdasan, dan keberpihakan sosial, seperti yang ditunjukkan Buchari lewat lensanya.

Cerita dari Balik Lensa: WATER dan Impian Umroh Orang Tua

Pengalaman merekam WATER bukan tanpa tantangan. Antara akhir Oktober 2019, Buchari menghabiskan waktu berenang di pesisir Negeri Liang sejak pagi, membawa kamera berpelindung housing agar aman dari air laut. 

Ipda Buchari
Sosok Ipda Buchari.(Foto: Dok. Pribadi)

Hasilnya: foto yang mewakili nilai lokal dan kelestarian budaya nelayan Maluku. Dalam wawancara, ia menyampaikan bahwa bonus hadiah dari HIPA digunakan untuk mewujudkan rencana meng-Umroh-kan orang tuanya. Sebuah momen emosional dan bermakna pribadi.

Warisan Kemanusiaan dan Profesionalisme

Ipda Buchari bukan sekadar polisi yang gemar mengabadikan momen. Ia adalah duta pesan, yang melalui karya visualnya mengirimkan optimism dan penghargaan terhadap kehidupan masyarakat yang dilayaninya. Setiap foto membawa narasi, dari kampung pesisir hingga panggung global.

Kini, setelah menyabet juara fotografi se-politeknik Polri di tingkat nasional dan mengharumkan Indonesia di HIPA, ia juga ingin membuka ruang bagi rekan sejawatnya untuk berkarya. 

“Saya ingin fotografi semakin menjadi bagian dari pengabdian, bukan hanya tugas rutin,” ungkapnya.

Cerita Buchari meneguhkan satu hal: institusi tidak sekadar soal struktur dan wewenang, tapi juga tentang jiwa dan komitmen pada masyarakat.

 Prestasi yang ia raih memberi inspirasi bahwa karya kreatif bisa menjadi bentuk pelayanan publik yang kuat—memberi makna, menginspirasi, dan membangun kepercayaan melalui ekspresi visual.(*/TIARA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3

Berita Serupa

Back to top button