Kemensos RI Beri Bantuan Kaki Palsu kepada 16 Warga Disabilitas di Maluku
potretmaluku.id – Kementerian Sosial RI memberikan bantuan kaki palsu kepada 16 warga disabilitas atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Maluku. Bantuan kaki palsu yang itu diserahkan langsung oleh Sentra Wasana Bahagia Ternate, Selasa (29/10/2024).
Pendamping Rehabilitasi Sosial Kemensos RI, Helmi Hatuina kepada potretmaluku.id mengatakan, bantuan kaki palsu dari Kemensos RI itu diberikan kepada 16 penyandang di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah.
Dia merincikan, 16 warga disabilitas yang menerima bantuan itu masing-masing di Kota Ambon sebanyak 9 orang. Sementara di kabupaten Maluku Tengah sebanyak 7 warga, yang terdiri dari 3 warga di Kecamatan Leihitu, dan 4 orang lainnya di Kecamatan Salahutu.
“Bantuan itu diberikan untuk meningkatkan mobilitas penyandang disabilitas di Provinsi Maluku,” kata Helmi.
Menurutnya, penyerahan bantuan itu merupakan bagian dari program pemerintah yang bertujuan untuk mendukung mobilitas dan kemandirian penyandang disabilitas, memberikan kesempatan kepada mereka untuk hidup lebih produktif dan mandiri.
“Ini salah satu wujud nyata dan komitmen dari pemerintah dalam mendukung dan memfasilitasi warga penyandang disabilitas, terutama bagi mereka yang membutuhkan alat bantu untuk meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup,” katanya.
Helmi menyebut, Kemensos RI memahami sungguh, bahwa mobilitas adalah salah satu kunci dalam menjalani kehidupan yang mandiri dan produktif. Dan karena itu, bantuan kaki palsu itu tidak sekadar memberikan alat bantu fisik, tetapi juga membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk meraih kehidupan yang lebih baik.
“Kami berharap, bantuan ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk lebih mudah beraktivitas, bekerja, dan berkontribusi di lingkungan masing-masing,” imbuh Helmi.
Ramli Kaluku, salah satu penerima bantuan kaki palsu dari Kemensos RI mengaku bersyukur. Dia juga berterima kasih kepada Kemensos RI atas bantuan tersebut.
“Dengan bantuan ini, saya merasa optimis dapat menjalani aktivitas sehari-hari setelah mendapat dan memiliki harapan untuk meningkatkan taraf hidup,” ungkap Ramli. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



