Pendapat

BSAN “Rasa” LKLB di Maluku: Menjawab Tantangan Segregasi dan Trauma Sosial

Bagian kedua dari dua tulisan

Pertama, ketersediaan sumber daya guru (≥ 70%) berwawasan BSAN-LKLB. Kedua, kurikulum terintegrasi (≥ 80%) berisi nilai-nilai BSAN-LKLB seperti penuangannya dalam RPP atau Mudol Ajar. Ketiga, tata kelola dan program (≥ 80%) yang sensitif, responsif, dan berbasis kebutuhan BSAN-LKLB. Keempat, keterlibatan atau partisipasi aktif orang tua peserta didik atau komite sekolah dalam mendukung program BSAN-LKLB yang terpotret secara dokumentatif. Kelima, tercipta lingkungan sekolah yang inklusif, apresiatif terhadap realitas keberagaman, dan menjamin keamanan sekaligus kenyamanan yang diukur berdasarkan survei persepsi peserta didik, guru, dan Rapor Pendidikan.

Dan keanam, mentoring untuk peningkatan jumlah sekolah yang menerapkan BSAN-LKLB, sehingga pada tahun ke-2 minimal telah hadir 16 Sekolah Model BSAN “Rasa” LKLB di Maluku.

Dengan KPI itu kedelapan Sekolah Model Percontohan BSAN-LKLB menargetkan implementasi RTL dapat berlangsung dalam rentang waktu triwulan terakhir (Oktober-Desember) 2026 dan sepanjang 2027. Target waktu ini jelas mengindikasikan betapa kedelapan sekolah benar-benar benar miliki kedalaman kesadaran, kejelasan visi, kekuatan komitmen, dan kepenuhan tanggungjawab secara dipantaskan.

Keberanian dan  ketegasan sikap untuk ikut ambil bagian, berperan aktif, dan berkontribusi nyata dalam menyelesaikan kepelikan dan kompleksitas persoalan pendidikan pasca konflik di Maluku secara proporsional, serius, sitemik, terencana, dan berkelanjutan itu adalah sebuah “barcode” kehormatan yang membangakan.   

Lantas, apa saja isi RTL-nya?  Sebagai jawaban, berikut secara generik dikutip beberapa di antaranya. Yaitu, adaptasi dan insersi kurikulum dengan nilai-nilai BSAN-LKLB; penyiapan modul pembelajaran yang berwawasan BSAN-LKLB; penciptaan ekosistem sekolah yang sensitif dan responsif BSAN-LKLB; pegelaran kegiatan literasi digital, pentas seni, lomba, dan karnaval sebagai bentuk kampanye atau sosialisasi untuk penguatan kesadaran dan apresiasi terhadap nilai-nila BSAN-LKLB di ruang publik; pelibatan orang tua peserta didik secara partsipatif (aktif sekaligus bermakna) dalam berbagai kegiatan pengembangan dan penguatan nilai-nilai BSAL-LKLB di sekolah; dan penigkatan atau penambahan jumlah Sekolah Model BSAN “Rasa” LKLB dalam bentuk “sekolah gandong”, “sekolah pela”, atau “twin school” di Maluku.

Secara keseluruhan, RTL yang telah disepakati dan diputuskan itu patut diberi apresiasi dan dukungan serius oleh seluruh stakeholders, komponen strategis, dan masyarakat di Maluku.

Artinya, RTL harus disadari betul tidak sekadar dirujuk sebagai dokumen berisi deskripsi, kritik, analisa, teori, konsep, keputusan/kebijakan, rencana strategis, pendekatan, metode, program, dan daftar kegiatan per se, tapi keberadaan RTL diharapkan “wajib” menyata. Dijalankan secara konsisten dan on track, sehingga memberi dampak signifikan, terasa sekaligus terlihat nyata, berikut berbuah bangga penuh haru. 

*  *  *

Sejurus itu, untuk manambah “daya dobrak” kerja RTL, berikut direkomendasikan tiga hal mendasar, penting, dan strategis. Pertama, pengembangan dan penguatan kerja-kerja berjejaring atau kerja bersesama lintas Sekolah Model BSAN-LKLB.

Dimana kegiatan-kegiatan lintas sekolah yang bertujuan untuk “pembatinan” dan “pelembagaan” nilai-nilai BSAN-LKLB perlu dirancang secara terencana, reguler, dan berjangka. Selain, dibutuhkan sebuah ruang bersesama untuk kebutuhan pengawasan dan penilaian (monev) secara berkala dan berskala. 

Kedua, oleh sebab ruang lingkup BSAN-LKLB relatif luas, maka pada tahap permulaan ada baiknya jika kegiatan-kegiatannya lebih ditekankan dengan memberi prioritas pada urusan-urusan dengan persekolahan. Hal ini dimaksudkan agar fokus dan orientasi agenda-agenda dan kerja-kerja implementasi BSAN-LKLB dapat benar-benar terjaga, terawat, dan pada saat yang bersamaan berjarak secara proporsional dari bebagai kepentingan di luar urusan sekolah sebagai lembaga pendidikan secara langsung.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3Next page

Berita Serupa

Lihat Juga
Close
Back to top button