Sebagai lembaga penyedia data, BPS menghadapi kendala geografis Maluku. Cuaca buruk sering kali menjadi penghambat mobilitas tim pengambil data yang harus berpindah antar-pulau.
“Kondisi cuaca buruk menunda pengambilan data, meningkatkan biaya, dan menjadi tantangan utama kami. Namun, BPS tetap berupaya memberikan data terbaik dengan strategi yang tepat,” katanya.
Pattiwaellapia optimis bahwa peningkatan konektivitas dapat memperbaiki kualitas data dan mendorong pembangunan di Maluku.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dishub Provinsi Maluku, Muhamad Malawat, menyampaikan apresiasi atas perhatian Senator Boy terhadap isu transportasi dan infrastruktur di Maluku.
“Senator Boy berinisiatif bertemu dengan kami untuk membahas berbagai masalah perhubungan. Langkah ini mendukung program-program Dishub dan menjadi masukan penting untuk diperjuangkan di tingkat pusat,” ujar Malawat.
Ia menyoroti beberapa isu, seperti rehabilitasi Pelabuhan Yos Sudarso Ambon yang belum terealisasi serta titik-titik penyeberangan di Maluku Barat Daya yang memerlukan perhatian.
“Kami berharap Senator Boy dapat membawa aspirasi ini ke rapat kerja di Jakarta. Termasuk masalah akses transportasi di Kepulauan Aru yang belum terlayani secara rutin,” imbuhnya.
Dishub berencana mengupayakan solusi pada tahun mendatang agar daerah-daerah tersebut dapat terlayani dengan baik.
Kehadiran Senator Boy Latuconsina dan komitmennya dalam memperjuangkan aspirasi Maluku memberikan harapan baru bagi masyarakat. Data dari BPS dan masukan dari Dishub diharapkan menjadi dasar kuat untuk merealisasikan RUU Daerah Kepulauan.
Dengan peningkatan konektivitas, kualitas hidup masyarakat Maluku dapat meningkat secara signifikan. Selain itu, transportasi yang lebih baik akan memperlancar distribusi barang, menurunkan harga kebutuhan pokok, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan ini.(JAY)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



