AmboinaKomunitasMalukuNasionalPolitik

Dessy Siapkan Perempuan Golkar Maluku Lebih Berdaya & Mandiri

potretmaluku.id – Pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya mendorong keterlibatan mereka dalam politik. Kemandirian ekonomi, peningkatan kapasitas, dan keberanian mengambil peran strategis juga harus menjadi perhatian.

Hal inilah yang ingin diperkuat Dessy Kosita Hallauw setelah dipercaya memimpin Pengurus Daerah Kesatuan Perempuan Partai Golkar (PD KPPG) Maluku periode 2026-2030.

Dessy menegaskan, perempuan harus memiliki kemampuan untuk berdiri mandiri dan tidak terus dipandang sebelah mata atau mengalami diskriminasi di tengah masyarakat. Karena itu, konsolidasi organisasi dan pemberdayaan kader menjadi pekerjaan utama yang akan dijalankannya.

“Ini merupakan pekerjaan rumah bagi saya untuk bisa berkonsolidasi bersama teman-teman lebih baik lagi, memajukan Partai Golkar di Provinsi Maluku serta memberdayakan perempuan-perempuan supaya kita tidak dipandang sebelah mata atau terdiskriminasi di tengah masyarakat,” ungkap Dessy usai dikukuhkan di Amarais Hotel, Jumat (6/11/2026)

Menurutnya, membangun perempuan yang berdaya membutuhkan kerja bersama. Kader perempuan tidak hanya perlu diperkuat dari sisi organisasi, tetapi juga harus dibekali kemampuan agar mampu mengambil bagian dalam berbagai sektor, termasuk politik dan pemerintahan.

Dessy mengaku optimis dengan kekuatan kader perempuan yang saat ini dihimpunnya. Sebab, mereka bukan kader baru, melainkan memiliki pengalaman dan militansi dalam memperjuangkan Partai Golkar, termasuk pada Pemilu 2024.

“Saya mau bilang bahwa kader-kader yang saat ini saya rekrut adalah kader-kader perempuan yang sangat militan. Mereka sudah saya kenal sebelum Pemilu 2024 dan militan dalam menyumbangkan suara bagi Partai Golkar,” katanya.

Dengan kekuatan tersebut, ia berharap KPPG Maluku tidak hanya menjadi wadah konsolidasi politik, tetapi juga mampu melahirkan perempuan-perempuan mandiri yang memiliki kapasitas dan kesempatan menduduki posisi strategis.

Bagi dia, penguatan kader dan pemberdayaan perempuan akan berjalan seiring dengan peningkatan kontribusi politik Golkar pada Pemilu 2029.

“Saya berharap semakin banyak perempuan partai yang tampil sebagai pengambil kebijakan, baik di lembaga legislatif maupun pemerintahan daerah,” imbuh Dessy.

Komitmen tersebut mendapat dukungan dari Wakil Ketua Umum I Pimpinan Pusat (PP) KPPG, Ratu Dian Hatifa. Ia menilai Dessy sebagai sosok perempuan energik yang memiliki kapasitas politik untuk menggerakkan organisasi perempuan Golkar di Maluku.

“Ada tiga agenda utama yang perlu dijalankan kepengurusan KPPG Maluku, yakni konsolidasi organisasi, peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan (capacity building), serta pemantapan kader menghadapi Pemilu Legislatif 2029,” ujar Ratu.

Menurut Ratu, penguatan politik harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi perempuan. Program KPPG diharapkan tidak berhenti pada kegiatan organisasi, tetapi menyentuh kebutuhan masyarakat hingga tingkat akar rumput.

“Perempuan yang memiliki kemandirian ekonomi akan lebih berdaya dan mempunyai kemampuan lebih besar untuk terlibat dalam menentukan kebijakan,” tandasnya. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button