Strategi Dekranasda Mendorong Produk Kerajinan Maluku ke Pasar Global
potretmaluku.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Maluku memacu penguatan produk unggulan dan budaya lokal agar mampu bersaing di pasar nasional hingga mancanegara.
Strategi ini ditopang lewat penyelarasan program ekonomi kreatif serta optimalisasi aset daerah di ibu kota.
Ketua Dekranasda Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, menyatakan bahwa kekayaan alam, tradisi, tenun, kuliner, dan seni kriya Maluku memiliki potensi besar jika dikemas secara profesional.
Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Badan Penghubung Provinsi bersama Dekranasda se-Provinsi Maluku di Anjungan Maluku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin, 28 September 2026.
”Forum ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah. Kekayaan dan kreativitas masyarakat Maluku perlu diolah menjadi produk berkualitas, beridentitas, dan berdaya saing,” kata Maya.
Untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang solid, Dekranasda Maluku menyiapkan sejumlah langkah strategis. Langkah tersebut mencakup kurasi produk, pemutakhiran data pelaku industri kecil menengah (IKM) dan UMKM, perbaikan kemasan, hingga digitalisasi pemasaran.
Sebagai terobosan, Dekranasda bakal mengulirkan program “Satu Kabupaten/Kota, Satu Produk Unggulan Prioritas” pada 2027. Produk terpilih dari 11 kabupaten dan kota di Maluku akan dikurasi serta diperkuat penjenamaannya (branding) di bawah satu payung integrasi promosi.
Akses pasar digital juga dipacu untuk menembus hambatan geografis kepulauan. Pemasaran akan memanfaatkan katalog digital, marketplace, narasi produk (storytelling), fotografi profesional, dan sistem pembayaran digital.
Selain itu, Anjungan Maluku di TMII dirancang sebagai pusat promosi terpadu sekaligus etalase budaya di Jakarta. “Anjungan Maluku perlu dioptimalkan sebagai ruang untuk mengenal, merasakan, dan membeli produk lokal, sekaligus menarik minat investasi serta pariwisata ke Maluku,” ujarnya.
Sinergi lintas sektor dianggap kunci utama agar program ini berjalan terukur. Dekranasda menggandeng pemerintah daerah, Badan Penghubung, perbankan, perguruan tinggi, hingga pelaku usaha.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif RI Neli Yana, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, serta jajaran direksi PT Bank Maluku Malut dan pengelola TMII.(TIA)
Penulis :
Editor :



