AmboinaMalukuNasionalPolitik

Bawa Tagline “HMI Resilience”, Reno Latuconsina Deklarasi Maju Calon Ketum PB HMI

potretmaluku.id – Muhammad Nur Latuconsina yang akrab disapa Reno Latuconsina mendeklarasikan diri sebagai bakal calon Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2026-2028.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan PB HMI itu membawa tagline “HMI Resilience” sebagai tawaran pembaruan organisasi yang tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan, tetapi menyasar penguatan intelektual, orientasi perjuangan, dan integritas internal HMI.

Deklarasi berlangsung di Kafe Baileo, Kawasan Poka, Kota Ambon, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni HMI (MW KAHMI) Maluku, Majelis Daerah (MD) KAHMI kabupaten/kota, alumni HMI, pengurus HMI Cabang, organisasi kepemudaan, serta para kader HMI.

Reno menegaskan, “HMI Resilience” bukan sekadar jargon retorika politik elektoral internal, melainkan cetak biru strategis pembaruan organisasi yang bertumpu pada tiga pilar utama, dengan fondasi tauhid dan Nilai Dasar Perjuangan HMI.

Menurutnya, gagasan tersebut diarahkan untuk mengantarkan HMI bertransformasi dari organisasi yang reaktif menjadi institusi yang proaktif, adaptif, dan visioner.

Dalam deklarasi tersebut, Reno menawarkan tiga pilar pembaruan HMI. Pilar pertama yang ditawarkan Reno adalah intelektual. Ia mendorong reformasi total kurikulum perkaderan formal agar mampu memadukan khazanah pemikiran Islam klasik dengan penguasaan ilmu pengetahuan modern.

“HMI harus kembali menjadi pusat keunggulan intelektual yang aktif melahirkan dan mempublikasikan gagasan strategis di ruang publik akademik,” cetus Reno.

Pilar kedua adalah perjuangan. Reno ingin orientasi praktik organisasi kembali diarahkan pada penyelesaian persoalan riil masyarakat, bukan sekadar aktivitas internal dan respons sesaat terhadap isu publik.

Agenda yang ditawarkan mencakup advokasi kebijakan berbasis bukti, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pendidikan masyarakat marjinal, mitigasi krisis iklim, serta penguatan jaringan solidaritas dengan unsur masyarakat sipil.

Sementara pilar ketiga adalah integritas. Reno menilai, penguatan sistem meritokrasi, transparansi, dan objektivitas perlu menjadi bagian penting dalam seluruh jenjang kepemimpinan HMI.

Ia juga mendorong revitalisasi Majelis Pengawas dan Konsultasi Organisasi serta penegakan kode etik internal tanpa pandang bulu. Langkah tersebut diperlukan sebagai jangkar moral agar kekuasaan intelektual dan daya juang organisasi tidak disalahgunakan.

Reno menegaskan, deklarasi tersebut disampaikan secara internal kepada senior dan alumni HMI sebagai bentuk silaturahmi, permohonan doa restu, sekaligus ikhtiar penggalangan dukungan awal menuju Kongres HMI mendatang.

“Atas dasar itu dan dengan segala ikhtiar, saya Muhammad Nur Latuconsina menyatakan sikap maju sebagai calon Ketua Umum PB HMI Periode 2026-2028,” tegas Reno.

“Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, Reno berkomitmen untuk kembali pada kemurnian mata air pendirian organisasi, yaitu Yakin Usaha Sampai, yang didasari oleh keimanan, ilmu, dan amal saleh, demi HMI yang senantiasa relevan sepanjang sejarah peradaban umat manusia,” tandasnya.

Deklarasi ini menjadi langkah awal Reno untuk masuk dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PB HMI periode 2026-2028.

Koordinator MW KAHMI Maluku, Rovik Akbar Afifudin pada kesempatan tersebut menyampaikan dukungan KAHMI Maluku kepada Reno Latuconsina.

IMG 20260915 210803
Koordinator MW KAHMI Maluku, Rovik Akbar Afifudin. (Foto: potretmaluku.id/Sam)

Rovik mengaku bersyukur, ada kader HMI Cabang Ambon yang punya komitmen serta ikhtiar yang kuat untuk maju bertarung sebagai calon Ketum PB HMI dan mendeklarasikan pencalonannya di Kota Ambon.

“Sebagai senior, saya kira kami sangat mensuport adinda Reno. Dan pesan deklarasi ini akan disampaikan kepada seluruh Presidium KAHMI Maluku, agar kita bisa sama-sama mendukung kader adinda Reno sebagai calon Ketum PB HMI,” ungkap Rovik. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button