BuruEkonomi & BisnisMalukuNasional

Kementerian PU Targetkan Bendungan Way Apu Sokong Pangan Blok Masela pada 2027

potretmaluku.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengakui pembangunan Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru, Maluku, mengalami keterlambatan dari target awal akibat kendala teknis dan keterbatasan anggaran. 

Proyek strategis nasional yang kini mencapai progres fisik 87 persen tersebut dijadwalkan ulang untuk rampung pada 2027 guna menopang ketahanan pangan dan menyuplai logistik kawasan Blok Masela.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, menjelaskan bahwa keterlambatan dipicu oleh penanganan khusus pada material tanah untuk inti bendungan. 

“Tanah untuk inti bendungan harus melalui proses pengeringan dan pemadatan dengan teknik tertentu. Itu yang membuat penyelesaian pekerjaan sedikit terlambat,” ujar Arnold saat meninjau lokasi proyek bersama jajaran Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku, Senin, 13 Juli 2026.

Meski menghadapi kendala teknis dan dinamika anggaran, Arnold menegaskan pemerintah berkomitmen merampungkan bendungan berkapasitas tampung 50 juta meter kubik ini. 

Keberadaannya diproyeksikan mampu mengairi 10 ribu hektare lahan sawah di Kabupaten Buru, sekaligus mendongkrak frekuensi panen petani dari satu atau dua kali menjadi tiga kali dalam setahun.

Selain sebagai infrastruktur irigasi, Bendungan Way Apu dirancang untuk memasok air baku sebesar 550 liter per detik dan mereduksi risiko banjir hingga 60 persen. 

Proyek ini juga mengusung potensi energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 8 megawatt (MW) serta peluang pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung sebesar 41 MW.

Pemerintah memproyeksikan Kabupaten Buru dan Pulau Seram sebagai lumbung pangan baru di Indonesia Timur. 

Langkah ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan logistik dan pangan saat proyek gas alam abadi Blok Masela di Laut Arafura resmi beroperasi.

“Harapan Bapak Presiden, Bapak Menteri, dan saya, Buru dan Seram bisa menjadi pemasok beras sehingga kita tidak perlu lagi mendatangkan beras dari daerah lain,” kata Arnold.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button