Maluku Tenggara

Bupati Maluku Tenggara: Investasi PAUD adalah Fondasi Generasi Emas

potretmaluku.idPemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menegaskan bahwa investasi di sektor pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan jangkar utama untuk melahirkan generasi berkarakter yang siap bersaing di masa depan. 

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, di hadapan ratusan wali murid dan pendidik akhir pekan lalu.

Menurut Thaher, pendidikan formal pada fase usia dini memegang peran strategis dalam menanamkan kepribadian dan nilai moral dasar. Pola asuh dan pembelajaran di masa ini akan menjadi cetak biru penentu kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah pada beberapa dekade mendatang.

“Pelepasan peserta didik taman kanak-kanak ini bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan,” kata Thaher saat menghadiri pelepasan siswa TK Beata Maria Saranafana Learning Center Langgur Tahun Ajaran 2025/2026 di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Sabtu, 13 Juni 2026.

Ia menambahkan, kelulusan tingkat dasar ini merupakan tonggak awal dari perjalanan panjang anak-anak menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Masa depan daerah, menurut dia, berada di tangan anak-anak tersebut.

“Ini adalah langkah kecil menuju cita-cita besar. Siapa tahu di antara anak-anak yang hadir hari ini kelak ada yang berdiri di tempat ini menggantikan saya sebagai pemimpin daerah, menjadi guru, pengusaha, suster, pastor, atau profesi lainnya. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan,” ujar Muhamad Thaher Hanubun.

Thaher juga memberikan apresiasi khusus kepada pengelola TK Beata Maria Saranafana Learning Center. Lembaga itu dinilai berhasil mengintegrasikan kurikulum akademik dengan penguatan karakter, seperti kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, serta kepekaan sosial antarsiswa.

“Di sinilah anak-anak mulai belajar menghargai sesama, mencintai kebenaran, bekerja sama, serta peduli terhadap lingkungan sekitar. Jika karakter yang baik dibangun sejak usia dini, maka ketika dewasa mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas,” tutur Thaher menjelaskan besarnya pengaruh PAUD.

Meski demikian, Thaher mengingatkan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak boleh sepenuhnya dibebankan kepada pihak sekolah. Lingkungan domestik atau keluarga memegang porsi yang sama besarnya dalam mengawal tumbuh kembang anak.

Ia menekankan bahwa rumah merupakan laboratorium sosial pertama di mana anak-anak meniru kebiasaan orang tua. 

“Rumah adalah sekolah pertama bagi anak, dan orang tua adalah guru pertama mereka. Keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh perhatian, kasih sayang, dan pendidikan yang diberikan di rumah,” katanya.

Merespons hal tersebut, Kepala TK Beata Maria Saranafana Learning Center, Sr. Veronica Ruga, menyampaikan terima kasih atas sokongan penuh dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, jajaran pendidik, dan wali murid.

Veronica menyebut capaian para siswa dalam menyelesaikan pendidikan tingkat awal ini merupakan buah dari kolaborasi yang solid antara sekolah dan ekosistem keluarga. 

Sinergi ini krusial agar proses transfer nilai dari sekolah dapat berlanjut di rumah.

Acara pelepasan siswa tersebut dikemas secara interaktif melalui unjuk bakat seni dan kreativitas para murid, termasuk pementasan tarian nusantara dan pemutaran video dokumenter berisi ucapan terima kasih kepada guru. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Maluku Tenggara juga menyerahkan secara langsung sertifikat kelulusan serta penghargaan Loyalty Award sebagai stimulus semangat belajar para siswa.

Melalui penguatan sektor kelembagaan ini, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara memproyeksikan pendidikan usia dini tetap menjadi program prioritas pembangunan SDM. 

Langkah jangka panjang ini diharapkan mampu mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan religius, sekaligus menyokong pencapaian target Generasi Emas Indonesia.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button