DPRD Maluku Soroti Dampak Kenaikan BBM Non-Subsidi terhadap Ekonomi Lokal
poretmaluku.id – Kebijakan pemerintah pusat menaikkan harga bahan bakar minyak non-subsidi jenis Dexlite menuai kritik dari DPRD Maluku.
Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memperlebar ketimpangan distribusi energi sekaligus menekan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan.
Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, mengatakan dampak kenaikan harga Dexlite mulai dirasakan di daerah.
Menurut dia, kebijakan itu tidak sejalan dengan langkah pemerintah yang sebelumnya memangkas usulan kuota BBM subsidi dari pemerintah daerah.
“Kebijakan pemerintah pusat menaikkan harga Dexlite, sementara di sisi lain memangkas usulan BBM subsidi dari pemda. Dampaknya, distribusi BBM seperti Pertalite dan Bio Solar menjadi tidak merata,” kata Alhidayat di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia menilai kebijakan sektor energi semestinya mempertimbangkan kondisi riil masyarakat di daerah, terutama kemampuan daya beli dan struktur ekonomi wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada kelancaran distribusi barang dan jasa.
Menurut Alhidayat, kenaikan harga BBM non-subsidi berisiko memicu efek berantai terhadap aktivitas ekonomi lokal. Salah satu indikator yang mulai terlihat, kata dia, ialah penurunan harga komoditas hasil perkebunan.
Ia menyebut harga kopra di Kabupaten Maluku Tengah dilaporkan turun hingga Rp 900 per kilogram. Kondisi tersebut dinilai menjadi tanda melemahnya perputaran ekonomi masyarakat di tingkat bawah.
Selain berdampak terhadap distribusi energi, kenaikan harga BBM industri juga dikhawatirkan menekan sektor usaha swasta yang selama ini menjadi penopang utama aktivitas ekonomi daerah.
“Kalau swasta mulai melakukan efisiensi, dampaknya bisa ke pemutusan hubungan kerja dan penurunan ekonomi secara luas,” ujar Alhidayat.
Ia meminta pemerintah pusat lebih berhati-hati dalam menetapkan kebijakan terkait energi, terutama yang menyangkut harga BBM. Menurut dia, setiap perubahan kebijakan di sektor tersebut akan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat di daerah kepulauan seperti Maluku.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



