Ngabuburit Runmadan 3K: Pesan Damai dan Toleransi dari Jantung Kota Ambon
potretmaluku.id – Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, secara resmi melepas ratusan peserta kegiatan olahraga bertajuk Ngabuburit Runmadan 3K di kawasan Gong Perdamaian Dunia (GPD), Jumat, 6 Maret 2026.
Perhelatan lari santai sejauh 3 kilometer ini merupakan bagian dari rangkaian festival “Ramadan Bikin Asik” yang kini telah memasuki tahun kedua penyelenggaraannya.
Dalam sambutannya, Bodewin menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat Kota Ambon yang menyambut bulan suci Ramadan melalui berbagai aktivitas yang bernilai positif.
Ia berharap momentum bulan puasa ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh elemen warga untuk menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban di ibu kota Provinsi Maluku tersebut.
Selain aspek olahraga, Wali Kota menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai toleransi antarumat beragama di tengah keberagaman kota.
“Kita semua warga kota harus memberikan dukungan penuh kepada basudara umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. Mari kita bangun rasa toleransi dan kebersamaan di antara seluruh warga Kota Ambon,” ujarnya.
Bodewin juga memberikan perhatian khusus kepada para generasi muda yang mendominasi daftar peserta.
Ia menitipkan pesan agar pemuda Ambon mampu menjadi agen perdamaian dan persaudaraan, terutama dalam menyikapi fenomena tawuran antar-pelajar yang sempat marak terjadi.
Baginya, kegiatan seperti ini adalah instrumen efektif untuk memperbaiki perilaku dan sikap mental anak muda.
“Adik-adik adalah generasi yang akan melanjutkan kepemimpinan di masa depan. Melalui kegiatan positif seperti ini, diharapkan sikap dan perilaku anak muda Kota Ambon menjadi semakin baik. Kalian harus menjadi contoh dalam menjaga persahabatan, kekeluargaan, dan persatuan,” ungkap Bodewin di hadapan para pelari.
Di akhir arahannya, ia mengajak seluruh peserta untuk tidak sekadar mengejar finis, tetapi menjadikan ajang lari sore ini sebagai sarana mempererat silaturahmi.
Ia mengingatkan bahwa nilai sportivitas harus selaras dengan semangat persaudaraan.
“Jadikan kegiatan ini ajang meningkatkan kebersamaan. Soal menang atau kalah itu hal biasa, yang terpenting adalah membangun persaudaraan,” pungkas Wattimena.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



