AmboinaMaluku

Wagub Sebut Ekonomi Maluku Tumbuh Positif, Tingkat Kemiskinan Menurun, Tapi Angka Pengangguran Naik

potretmaluku.id – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath mengatakan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku menunjukkan tren positif di tahun 2025. Meski begitu, peningkatan angka pengangguran masih menjadi masalah serius yang perlu ditekan.

Hal itu disampaikan dalam rapat paripurna penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Maluku Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di ruang paripurna DPRD Provinsi Maluku pada Senin (30/3/2026) kemarin.

Dia menyebut, Indikator makro pembangunan Maluku menunjukkan perkembangan yang cukup positif jika dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama.

Kata dia, pertumbuhan ekonomi Maluku pada 2025 tumbuh 5,44 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,11 persen, disertai perbaikan distribusi pendapatan masyarakat. Selain itu, kontribusi Maluku terhadap perekonomian nasional juga mengalami peningkatan.

“Kontribusi PDRB Maluku naik dari 0,28 persen pada 2024 menjadi 0,29 persen pada 2025,” ujarnya.

Menyrutnya, pendapatan per kapita masyarakat turut meningkat dari sekitar Rp30 juta menjadi Rp33,65 juta, yang menunjukkan adanya perbaikan daya beli masyarakat.

Tak hanya itu, tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan dari 15,78 persen pada 2024 menjadi 15,25 persen pada 2025, atau turun 0,53 poin persen dan melampaui target yang ditetapkan sebesar 15,43 persen.

Ketimpangan pendapatan pun membaik, tercermin dari penurunan rasio gini, serta kualitas lingkungan hidup yang juga menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Meski begitu, lanjut Vanath, tingkat pengangguran terbuka masih mengalami peningkatan, dari 6,11 persen pada 2024 menjadi 6,27 persen pada 2025.

Menurutnya, daerah harus meningkatkan kemandirian fiskal, mengarahkan belanja agar lebih produktif, serta mendorong investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja.

“Kami masih menghadapi sejumlah tantangan, sehingga masukan DPRD sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan kebijakan ke depan,”ujar Vanath. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button