Maluku Utara

Rawat Keberagaman, ASN Nasrani Halmahera Selatan Gelar Ibadah Kerohanian Rutin

potretmaluku.id – Suasana aula kantor Bupati Halmahera Selatan nampak berbeda usai rutinitas apel pagi awal pekan ini.

Puluhan aparatur sipil negara (ASN) Nasrani berkumpul untuk menjalankan ibadah kerohanian, sebuah tradisi yang kini menjadi bagian integral dari upaya pemerintah daerah dalam merawat keberagaman dan moralitas birokrasi.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terus memperkuat nilai-nilai inklusivitas dan mentalitas ASN melalui pendekatan kerohanian. 

Usai pelaksanaan apel gabungan di halaman kantor Bupati, para pegawai yang beragama Nasrani di lingkup pemerintah daerah tersebut menggelar ibadah kerohanian rutin, Senin pagi, 9 Maret 2026.

Agenda ini merupakan bagian dari kebijakan strategis Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, dalam membina integritas pegawainya. 

Ibadah yang dipusatkan di Aula Kantor Bupati ini dihadiri oleh para pejabat eselon, staf fungsional, hingga pegawai non-ASN yang beragama Kristen dan Katolik dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Dalam berbagai kesempatan, Bupati Bassam Kasuba menekankan bahwa penguatan nilai-nilai spiritualitas bagi seluruh pegawai tanpa terkecuali merupakan fondasi utama dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan melayani.

Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa setiap aparatur memiliki ketahanan moral dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan di tengah masyarakat yang majemuk.

Ibadah berlangsung dengan khidmat, diisi dengan puji-pujian dan perenungan firman Tuhan yang relevan dengan tanggung jawab sebagai abdi negara. 

Para pegawai menilai, ruang yang diberikan oleh pemerintah daerah untuk menjalankan ibadah rutin ini menjadi suntikan motivasi sekaligus pengingat akan etika profesi yang harus dijunjung tinggi.

Kegiatan rutin ini sekaligus menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam merawat toleransi dan harmoni di lingkungan kerja. 

Dengan memberikan ruang yang setara bagi setiap pemeluk agama untuk beribadah, pemerintah daerah berharap tercipta lingkungan kerja yang solid dan saling menghargai.

Sejalan dengan visi pembangunan daerah yang inklusif, pembinaan kerohanian ini diproyeksikan dapat menekan angka pelanggaran disiplin dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. 

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan meyakini bahwa aparatur yang memiliki spiritualitas kuat akan cenderung lebih jujur, disiplin, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di Bumi Saruma.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button