Maluku Utara

Raport Satu Tahun Bassam Kasuba – Helmi Umar Muchsin: Menekan Kemiskinan di Tengah Agresivitas Ekonomi

potretmaluku.id – Di tengah laju ekonomi yang melesat, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan mengklaim berhasil menjaga distribusi pendapatan tetap merata. 

Hal ini tercermin dari angka Gini Ratio sebesar 0,222 –terendah di Maluku Utara– yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah mulai berdampak pada penurunan ketimpangan sosial.

Demikian catatan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, melalui rilis capaian indikator makro pembangunan dalam satu tahun masa kepemimpinan Bupati Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin. 

Data terbaru menunjukkan lonjakan pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 37,33 persen sepanjang tahun 2025, angka tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Maluku Utara.

Penjabat Sekretaris Daerah Halmahera Selatan, Abdillah Kamarullah, menyatakan bahwa performa ekonomi yang agresif ini diikuti oleh penguatan sektor ketenagakerjaan. 

Tingkat pengangguran di Halmahera Selatan tercatat berada pada level 2,55 persen dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang naik menjadi 75,31 persen.

“Capaian ini menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan, di mana partisipasi angkatan kerja terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Abdillah dalam keterangan resminya, Jumat, 27 Februari 2026.

Selain pertumbuhan, aspek kesejahteraan sosial menunjukkan tren positif. Angka kemiskinan di Halmahera Selatan berhasil ditekan hingga 4,81 persen. 

Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata kemiskinan Provinsi Maluku Utara yang mencapai 5,81 persen. 

Abdillah juga menyoroti angka ketimpangan pendapatan (Gini Ratio) sebesar 0,222 yang merupakan terendah di provinsi tersebut, menandakan distribusi ekonomi yang lebih merata.

Pada sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah ini tercatat naik menjadi 69,05 dari sebelumnya 68,43. 

Kenaikan ini diikuti dengan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat yang kini rata-rata mencapai 70,98 tahun.

Menurut Abdillah, rilis data makro ini memperkuat bukti bahwa kebijakan pembangunan selama setahun terakhir telah memberikan dampak nyata pada kualitas hidup masyarakat. 

Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga momentum pertumbuhan ini agar tetap inklusif dan mampu menjawab tantangan ekonomi global ke depan.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button