AmboinaBuru SelatanLingkunganMaluku

Proyek Jalan Lintas Namrole-Leksula Mangkrak, DPRD Bakal Tinjau Langsung

potretmaluku.id – Aliansi Mahasiswa Buru Selatan (AMBS) mendesak DPRD Maluku mengevaluasi proyek pembangunan ruas jalan Namrole-Leksula milik Balai Jalan dan Jembatan Nasional (BJJN) Maluku.

Hal itu disampaikan saat melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Maluku, Rabu (11/6/2025).

Mereka menduga, ada praktik korupsi pada proyek dengan pagu anggaran senilai Rp.140 miliar pada Tahun Anggaran 2023 yang dikerjakan oleh PT. Cakrawala Multi Perkasa.

Kordinator aksi, Artur Nurlatu mengatakan, proyek tersebut mestinya telah selesai pada Desember 2024 lalu. Namun hingga kini belum juga dituntaskan.

Kata dia, banyak titik ditemukan tidak di aspal. Ada juga kerusakan badan jalan akibat dari pekerjaan dilakukan asal-asalan tanpa memperhitungkan kualitas pembangunan sarana infrastruktur publik yang dibiayai negara.

“Kami minta dengan tegas agar DPRD Maluku panggil dan evaluasi kepala BPJN Maluku, terkait pekerjaan proyek jalan Nasional di Kabupaten Buru Selatan, lebih tepat di jalur Leksula-Namrole,”tegas Nurlatu.

Menurutnya, akses jalan yang dikerjakan kontraktor, tak bisa diakses oleh masyarakat di desa sekitar. Ekonomi rakyat yang mestinya mudah, justru sulit akibat konstruksi jalan yang tidak beres.

Dia menduga, ada indikasi korupsi pada proyek pembangunan jalan tahap II itu yang menguntungkan pihak ketiga. Untuk itu, dia meminta DPRD Maluku supaya mendesak BPJN Maluku dan PT. Cakrawala Multi Perkasa untuk segera menyelesaikan proyek tersebut.

“Kami juga meminta dengan tegas kepada DPRD Maluku untuk panggil dan mengevaluasi kinerja PT Cakrawala Multi Perkasa,”pungkasnya.

Aspirasi demonstran itu pun mendapat respon dari mendapat respon dari Komisi III DPRD Maluku. Sekretaris komisi, Abdullah Kelilauw, menegaskan akan meninjau langsung temuan yang disampaikan.

“Kami mengapresiasi apa yang disampaikan. Insya Allah dalam waktu dekat kami ke Bursel. Namun, sebelum kami ke Bursel kami mengajak ade-ade aliansi dan BPJN Maluku untuk hadir kembali disini, untuk meninjau kembali poin-poin masalah yang telah disampaikan tadi,”ujar Kelilauw.

Anggota Komisi III, Rovik Akbar Afifudin mengaku akan mengkonsolidasikan masalah tersebut di internal komisi. Mengingat komisi III memiliki agenda kunjungan kerja di Kabupaten Buru, sehingga kesempatan bisa dimanfaatkan untuk bisa turun ke titik-titik ruas jalan yang dilaporkan.

“Saya akan meminta kepada teman-teman komisi agar kita bisa sekalian turun ke lokasi pembangunan jalan ini dalam agenda kita di Buru, biar semuanya tervalidasi dan terverifikasi secara baik,”tandas Rovik. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button