potretmaluku.id – Hari lahir (Harla) Kota Ambon yang setiap tahun dirayakan pada 7 September dinilai merupakan rekayasa.
Azis Tunny, salah satu tokoh muda Maluku mengungkapkan, Kota Ambon lahir pada 25 Maret 1576, saat batu penjuru benteng Portugis, Nossa Senhora da Anunciada, diletakkan di dataran Honipopu.
Ironinya, setiap tahun lilin ulang tahunnya ditiup pada 7 September. Sejarah mencatat satu hal, tapi panggung perayaan memilih yang lain.
“Mungkin di kota ini, hari lahir bisa direkayasa, dan sengaja dipaksakan legitimasinya yang penting meriah, bukan benar. Asal ada spanduk, panggung, dan dana kegiatan,”kata Azis kepada potretmaluku.id, Selasa (9/9/2025).
Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Ambon sudah saatnya berhenti menjadi penonton pasif dalam sandiwara sejarah yang dibiarkan terus dipentaskan setiap tahun.
Jika masih punya nurani dan akal sehat, gelarlah seminar sejarah yang jujur dan terbuka tentang hari lahir Kota Ambon, bukan sekadar pesta seremonial tahunan yang riuh tepuk tangan tapi penuh kepalsuan.
“Berhenti membiakkan kesesatan sejarah seolah itu keputusan intelektual. Sudah terlalu lama publik dicekoki versi sejarah yang lebih cocok disebut fiksi legal,”ujarnya.
Celakanya, lanjut Mantan Ketua Umum BPD HIPMI Maluku itu, kebohongan itu dirawat rapi atas nama “konsensus”, seakan kebenaran bisa dinegosiasikan.
Kata dia, ini bukan soal tanggal. Ini soal integritas. Jika para pemangku kebijakan lebih sibuk mengurusi pencitraan daripada pencerdasan, maka sejarah kota ini akan terus jadi korban politik amnesia.
“Kota Ambon tidak butuh narasi palsu yang dipoles agar terlihat manis. Kota ini butuh keberanian untuk berkata; stop membenarkan yang salah. Yang salah tetap salah, meski sudah dibacakan setiap tahun di mimbar kehormatan,”tegasnya.
Sebagai warga Ambon yang sementara domisili Jakarta, Azis juga mengusulkan agar Keuskupan Amboina mengambil inisiatif untuk menggelar seminar “Mengungkap Kebenaran Sejarah Hari Lahir Kota Ambon”.
Alasannya, hari lahir Kota Ambon sangat berhubungan dengan Liturgi Katolik yakni peringatan “Nossa Senhora da Anunciada” saat dimana pertama kali Portugis meletakan batu penjuru benteng pada 25 Maret 1576, yang disepakati para sejarahwan sebagai cikal bakal entitas Kota Ambon berdiri.
Entitas Kota Ambon, lanjut dia, berawal dari Benteng Nossa Senhora Da Anunciada, yang kelak menjadi Benteng Victoria. Dokumen Portugis dan Gereja Katolik menunjukkan fakta kelahiran kota itu secara akurat pada 25 Maret 1576 berkenaan pesta Gereja: Maria diberi Kabar oleh Malaikat Gabriel tentang Kelahiran Yesus.
“Itu sebabnya, benteng itu diberi nama sesuai peringatan liturgis itu Nossa Senhora Da Anunciada. Ini sumber Perpustakaan Rumphius, Keuskupan Amboina,”jelas Azis. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



