Nasional

Gerakan #MudikNyamanBersama: Menkeu PPPA Pantau Ruang Laktasi hingga Posko Bidan

potretmaluku.id – Dari ruang laktasi hingga posko bidan, fasilitas ramah keluarga kini menjadi parameter utama kelayakan mudik 2026. 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi turun langsung ke lapangan untuk memastikan simpul transportasi di Jakarta siap menghadapi lonjakan pemudik dengan standar pelayanan yang inklusif dan responsif.

Menteri PPPA, Arifah Fauzi, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah simpul transportasi utama di Jakarta ini, guna memastikan kelayakan fasilitas bagi pemudik perempuan dan anak menjelang Idulfitri 2026. 

Peninjauan yang dilakukan pada Selasa, 17 Maret 2026, menyasar Bandara Halim Perdanakusuma, Terminal Kampung Rambutan, dan Stasiun Gambir.

Langkah ini diambil menyusul proyeksi lonjakan mobilitas masyarakat yang diperkirakan mencapai titik tertinggi tahun ini. 

Arifah menegaskan bahwa dalam ekosistem mudik yang padat, perempuan dan anak menduduki posisi dengan tingkat kerentanan paling tinggi, mulai dari risiko kelelahan fisik hingga potensi pelecehan di ruang publik.

“Dalam perjalanan mudik yang panjang dan padat, perempuan dan anak memiliki kerentanan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, ketersediaan fasilitas seperti ruang laktasi, ruang bermain anak, ruang tunggu keluarga, hingga petugas yang responsif menjadi krusial,” ujar Arifah melalui keterangan resminya.

Merujuk pada data Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama periode Lebaran 2026 diprediksi menembus angka 143,91 juta orang, atau sekitar 50,60 persen dari total populasi Indonesia. 

Angka fantastis ini menjadikan terminal, stasiun, dan bandara sebagai titik kritis yang harus menjamin layanan inklusif dan responsif.

Arifah menjelaskan bahwa kunjungan ini juga bertujuan memperkuat gerakan #MudikNyamanBersama, sebuah inisiatif kolaboratif antara pemerintah, operator transportasi, dan sektor swasta. 

Ia memberikan apresiasi terhadap integrasi layanan di tiga titik tersebut, termasuk kehadiran pojok baca hasil kerja sama dengan Kemendikdasmen serta posko mudik khusus yang melibatkan Ikatan Bidan Indonesia.

Di sektor penerbangan, dukungan mulai terlihat melalui pemberian pin prioritas bagi ibu hamil untuk mendapatkan akses khusus sejak proses check-in hingga di dalam kabin. Arifah menilai sinergi semacam ini harus menjadi standar tetap dalam setiap musim mudik.

Di sisi lain, Menteri PPPA turut menyelipkan pesan bagi para orang tua agar memanfaatkan durasi perjalanan untuk membangun kedekatan emosional tanpa ketergantungan pada gawai. 

Menurutnya, perjalanan jauh adalah momentum emas untuk menciptakan memori bermakna antara orang tua dan anak.

“Momentum mudik Lebaran adalah kesempatan berharga untuk membangun kedekatan emosional,” pungkasnya, sembari menekankan bahwa kenyamanan psikologis anak sama pentingnya dengan keamanan fisik selama di perjalanan.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button