Dorong Asta Cita, Kepolisian Maluku Tenggara Perkuat Ketahanan Pangan di Wilayah Kepulauan
potretmaluku.id – Kepolisian Resor Maluku Tenggara mulai mengonversi peran personelnya menjadi penggerak sektor agraris di wilayah kepulauan.
Pada kuartal pertama 2026, institusi ini menginisiasi penanaman jagung pipil di lahan seluas 3,30 hektare yang tersebar di tiga kecamatan, sebagai langkah konkret mendukung program swasembada pangan nasional yang termaktub dalam Asta Cita.
Aksi penanaman serentak ini dilakukan oleh personel Polsek Kei Besar, Kei Kecil Timur, dan Kei Kecil Barat pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Di lapangan, para personel kepolisian tidak bekerja sendiri; mereka berkolaborasi dengan unsur TNI, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani lokal untuk memastikan teknis penanaman sesuai dengan standar produktivitas.
Kapolres Maluku Tenggara menekankan bahwa keterlibatan polisi dalam urusan pangan merupakan reposisi peran Polri dalam menjaga stabilitas nasional dari sisi ekonomi.
“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Kami hadir tidak hanya untuk urusan kamtibmas, tetapi juga memastikan produktivitas pangan di daerah tetap terjaga,” ujarnya.
Secara teknis, persebaran lahan difokuskan pada tiga titik strategis. Di Ohoi Ohoilim, Kecamatan Kei Besar, lahan seluas 0,80 hektare mulai ditanami.
Sementara itu, area terluas berada di Desa Wain, Kecamatan Kei Kecil Timur, dengan luas 1,50 hektare, disusul Desa Somlain di Kei Kecil Barat seluas 1 hektare.
Namun, implementasi di lapangan masih menyisakan tantangan, terutama terkait ketersediaan input pertanian.
Di Desa Wain, kelompok tani setempat berharap dukungan ini tidak berhenti pada seremoni penanaman, melainkan berlanjut pada kepastian pasokan pupuk yang selama ini menjadi kendala distribusi di wilayah Maluku Tenggara.
Kapolsek Kei Kecil Timur memastikan bahwa Polri akan melakukan pendampingan hingga masa panen tiba. Upaya ini dipandang sebagai transformasi peran kepolisian yang lebih adaptif terhadap tantangan krisis pangan global.
Dengan menggerakkan potensi lahan di wilayah terluar, program ini diharapkan mampu membangun kemandirian pangan sekaligus memperkuat ekonomi rakyat secara berkelanjutan.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



