Maluku

Deputi Bidang Keamanan Siber Apresiasi CSIRT di Maluku

potretmaluku.id – Deputi III BSSN Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Akhmad Toha, sangat mendukung dan mengapresiasi atas dibentuknya Computer Security Incident Response Team (CSIRT) atau Tim Tanggap Insiden Siber Maluku.

Hal itu disampaikan Akhmad saat Pembentukan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) atau Tim Tanggap Insiden Siber Maluku, yang dilaunching Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Barnabas Nathaniel Orno di Banda Naira Ballroom lantai II Swiss-Belhotel, Ambon, Kamis (16/9/2021).

“Karena, seiring dengan kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, keamanan siber menjadi isu strategis di berbagai negara, termasuk Indonesia. Ranah siber saat ini mengalami perubahan begitu besar yang banyak memberikan peluang bagi pengguna ruang siber,” ujarnya.

Akhmad menjelaskan, berdasarkan hasil monitoring BSSN, tercatat telah terdapat 621,17 juta anomali trafik atau serangan siber pada Januari-Juni 2021, dengan kategori anomali terbanyak yaitu malware, trojan activity, dan information leak (Kebocoran informasi).

“Adapun sebaran sektor terbanyak yang mengalami kasus kebocoran data akibat malware pencuri informasi, adalah sektor pemerintah, keuangan, penegakan hukum, telekomunikasi, dan transportasi,” terangnya.

Oleh sebab itu, kata dia, menghadapi serangan yang berada di ruang siber tersebut, negara hadir melalui Badan Siber dan Sandi Negara yang berperan aktif dalam upaya meningkatkan keamanan siber di Indonesia.

“Saat ini BSSN tengah membangun kekuatan siber, salah satunya dengan membentuk CSIRT sebagai salah satu pelaksana keamanan siber di Indonesia. CSIRT merupakan organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber,” pungkas Akhmad.(*/ASH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button