Bupati Maluku Tenggara Tekankan Inovasi dalam Penyusunan Renstra Pendidikan 2025–2029
potretmaluku.id – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mulai menyusun arah kebijakan pendidikan lima tahun ke depan. Dalam pembukaan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendidikan 2025–2029, Bupati Muhamad Thaher Hanubun menekankan pentingnya inovasi untuk menjawab tantangan geografis wilayah kepulauan.
Kegiatan penyusunan Renstra tersebut berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Maluku Tenggara pada Kamis, 4 Desember 2025.
Thaher mengatakan kondisi wilayah yang tersebar dari Kei Kecil dan Kei Besar hingga pulau-pulau terpencil menuntut terobosan baru dalam layanan pendidikan. Menurut dia, inovasi bukan sekadar pelengkap, tetapi keharusan agar mutu pendidikan tetap terjaga.
“Inovasi harus memastikan layanan pendidikan berkualitas di seluruh wilayah. Semua pihak harus merasa memiliki dunia pendidikan: pengawas, guru, orang tua, hingga tokoh masyarakat,” ucap Thaher.
Ia menilai inovasi perlu diterapkan dalam berbagai aspek pembelajaran, mulai dari pemanfaatan teknologi, penggunaan potensi lokal, hingga penguatan kreativitas siswa. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan akses pendidikan yang setara dengan daerah lain di Indonesia.
Thaher juga menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan. Menurut dia, perubahan kualitas pendidikan tidak akan terjadi tanpa kerja bersama yang melibatkan guru, pengawas, orang tua, dan masyarakat.
Dalam proses penyusunan Renstra, Thaher meminta agar transparansi dan partisipasi publik menjadi prioritas. Masukan dari tenaga pendidik di lapangan, kata dia, sangat menentukan arah kebijakan agar lebih relevan dan berdampak langsung pada kualitas belajar siswa.
Bupati itu juga menyinggung berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah sejak 2018, seperti peningkatan konektivitas internet di sekolah dan pemerataan fasilitas pendidikan.
Meski demikian, ia menilai pekerjaan itu masih perlu dilanjutkan untuk mempercepat transformasi pendidikan di Maluku Tenggara.
“Inovasi dan kolaborasi menjadi kunci agar pendidikan Maluku Tenggara mampu menghadapi tantangan geografis dan menghasilkan generasi unggul,” ujar Thaher.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



