AmboinaMalukuNasionalPendidikan & KesehatanPerempuan & Anak

Anjal di Ambon Kedapatan Hirup Aroma Lem Ehabon, Warga Diminta Berhenti Beri Uang ke Anjal

potretmaluku.id – Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ambon, Imelda Tahalele mengingatkan warga untuk tidak memberikan uang kepada anak jalanan (anjal).

Imelda mengakui, memberikan uang kepada anjal dan gepeng memang merupakan bentuk kebaikan hati dan solidaritas sosial. Namun dilain sisi juga berdampak buruk dalam jangka panjang.

Kata dia, Dinsos Ambon menemukan beberapa anjal di bawah umur kerap membeli lem Ehabon dari hasil mengemis untuk mabuk-mabukan.

Aromanya yang menyengat justru menimbulkan efek melayang yang menyebabkan kecanduan. Bila terus dibiarkan, ada sejumlah bahaya yang mengintai pada tubuh mereka.

“Ini hasil temuan kami di lapangan. Ternyata uang yang diberikan karena rasa empati, dipakai untuk beli lem Ehebon bukan beli makanan. Nah ini bisa jadi cikal bakal kriminal kemudian hari,”ujar Imelda, Kamis (14/8/2025).

Menurutnya, memberikan uang secara langsung kepada anjal sama halnya dengan membiarkan mereka untuk terus bertahan di jalanan dan menganggap hasil meminta sebagai pendapatan utama.

“Jadi kami imbau masyarakat bijak kasih bantuan ke anak jalanan. Lebih baik bawa mereka makan, daripada beri mereka uang,”tuturnya.

Kata dia, Dinsos Kota Ambon belum bisa bertindak lebih jauh, mengingat peraturan daerah (perda) tentang anak jalan belum disahkan, masih anak jalanan masih digodok di DPRD.

“Makanya, kita hanya bisa berikan imbauan,”imbuhnya.

Dia menyebut, jika Kota Ambon sudah punya payung hukum yang mengatur tentang anjal maupun gelandangan dan pengemis (gepeng), maka siapa yang kedapatan memberikan uang kepada anak jalan akan dikenakan sanksi.

Dia berharap, perda tersebut bisa segera disahkan. Sebab zat yang ada dalam lem Ehabon berbahaya bagi pengguna, karema itu bisa merusak jaringan otak.

“Jangan sampai kebaikan kita malah berdampak pada tindakan kriminalitas dikemudian hari,”tandasnya. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button