AmboinaMalukuNasionalPolitik

Bahlil Targetkan Seluruh Desa di Maluku Terakses Listrik pada 2030, Hilirisasi Masela Didorong

potretmaluku.id – Pemerataan listrik dan pengembangan industri berbasis potensi daerah menjadi perhatian Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam arahannya kepada pengurus Golkar Maluku. Ia menargetkan seluruh desa di kabupaten/kota di Maluku sudah menikmati akses listrik pada 2029–2030.

Menurutnya, masih ada sejumlah wilayah kepulauan di Maluku yang belum menikmati layanan listrik secara memadai. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena pemerataan energi merupakan salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai putra daerah, Bahlil mengaku masih menemukan persoalan keterbatasan listrik di sejumlah wilayah, termasuk Pulau Romang, Banda dan Leti.

“Saya targetkan di Provinsi Maluku 2029–2030 harus semua desa di wilayah kabupaten/kota sudah semuanya ada listrik,” kata Bahlil saat pelantikan Pengurus DPD I Partai Golkar Maluku di Hotel Santika Ambon, Sabtu (7/11/2026).

Selain pemerataan listrik, Bahlil menyoroti pentingnya mendorong industrialisasi agar potensi sumber daya alam Maluku tidak hanya berhenti pada produksi bahan mentah.

Salah satu yang disorot adalah rencana pengembangan industri pengolahan pala di wilayah Awiya. Kawasan tersebut direncanakan menjadi pusat pengolahan hasil pala dari Banda, Gorom, Geser dan sejumlah daerah lainnya.

Bahlil juga menyinggung pengembangan Blok Masela yang memiliki nilai investasi mencapai 23 miliar dolar AS. Dari rencana kapasitas pengembangan gas sebesar 1.500 MMSCFD, sekitar 150–200 MMSCFD diarahkan untuk mendukung pembangunan industri hilirisasi di Maluku.

“Pemanfaatan gas untuk kebutuhan industri daerah harus menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan investasi baru dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Maluku,” ujarnya.

Di sisi lain, Bahlil menegaskan Partai Golkar harus berada di garda terdepan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, dukungan tersebut tidak boleh berhenti pada pernyataan politik, melainkan harus diwujudkan melalui keterlibatan nyata kader dalam menyukseskan kebijakan dan program pemerintah.

Sejumlah program yang disebutnya perlu mendapat dukungan kader Golkar antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan pangan, pembangunan listrik desa dan pengembangan industrialisasi.

“Kader Golkar harus mampu mengambil peran dalam mengawal program-program tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Baginya, pembangunan Maluku tidak cukup hanya mengandalkan potensi sumber daya alam. Diperlukan dukungan infrastruktur energi, pengolahan hasil komoditas unggulan serta investasi industri agar kekayaan daerah mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Karena itu, target pemerataan listrik hingga pengembangan industri pala dan hilirisasi gas Blok Masela harus menjadi bagian dari agenda pembangunan yang diperjuangkan secara serius di Maluku,” tandasnya. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button