AmboinaMalukuNasionalPolitikSeribu Pulau

Bahlil Tantang Golkar 0bMaluku Rebut Kembali Kursi DPR RI pada Pemilu 2029

potretmaluku.id – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memasang target politik bagi kepengurusan DPD I Partai Golkar Maluku periode 2025–2030. Ia menantang jajaran pengurus di bawah kepemimpinan Umar Ali Lessy untuk bekerja keras mengembalikan keterwakilan Golkar Maluku di DPR RI pada Pemilu 2029.

Target tersebut ditegaskan Bahlil saat melantik Pengurus DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku di Hotel Santika Ambon, Sabtu (7/11/2026).

Menurutnya, pelantikan pengurus tidak boleh sekadar menjadi pergantian struktur organisasi, tetapi harus menjadi titik awal kebangkitan Golkar di Maluku. Untuk mencapai target politik tersebut, konsolidasi hingga ke tingkat akar rumput menjadi pekerjaan utama yang harus segera dituntaskan.

“Saya harap dengan pelantikan ini ada karya baru yang bisa dilahirkan. Target kita ke depan, yang pertama adalah kita harus menaikkan kursi. Dan untuk menaikkan kursi itu harus ada konsolidasi. Konsolidasi adalah kata kunci untuk mencapai tujuan,” tegas Bahlil.

Ia menilai, kekuatan partai tidak cukup dibangun melalui kepengurusan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Penguatan struktur harus menjangkau kecamatan hingga desa agar mesin politik partai benar-benar bekerja.

Bahlil mengungkapkan, konsolidasi Golkar di 38 provinsi telah rampung. Sementara pembenahan struktur di tingkat kabupaten/kota telah mencapai sekitar 90 persen dari total 514 daerah, sedangkan tingkat kecamatan baru sekitar 60 persen.

“Kami berharap seluruh konsolidasi organisasi hingga tingkat desa dapat diselesaikan pada Desember 2026,” imbuhnya.

Secara khusus, Bahlil menegaskan bahwa Golkar harus kembali memiliki wakil dari Maluku di parlemen pusat. Target tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Umar Ali Lessy dan seluruh pengurus untuk memperkuat basis dukungan partai.

“Target kita Maluku ke depan, Pak Umar harus ada satu perwakilan Golkar di sini,” tandasnya.

Dengan target tersebut, kepengurusan Golkar Maluku periode 2025–2030 tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga membuktikan kemampuan mengembalikan kekuatan politik partai di tingkat nasional pada Pemilu 2029.

Selain konsolidasi, Bahlil mengingatkan pengurus agar tidak mengabaikan potensi pemilih muda. Ia memperkirakan pemilih berusia 17 hingga 50 tahun pada Pemilu 2029 mencapai 72 persen. Karena itu, Golkar harus mampu menyesuaikan strategi politik dengan perubahan generasi, memperkuat kaderisasi, serta memberikan ruang lebih luas bagi anak muda.

Bahlil juga mengingatkan bahwa Golkar lahir dari gabungan 97 organisasi dengan latar belakang berbeda, mulai dari buruh, petani, nelayan, guru, PNS, wartawan hingga organisasi kepemudaan dan keagamaan.

Sejarah tersebut, harus menjadi pijakan untuk mempertahankan Golkar sebagai partai yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Partai Golkar adalah partai yang inklusif, bukan partai yang eksklusif. Partai Golkar adalah partai yang terbuka, yang tidak membedakan antara suku, agama dan ras. Partai Golkar tidak membedakan antara perempuan dan laki-laki,” ujarnya. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button