Maluku Tenggara

Begini Siasat PKK Kei Kecil Timur Hadapi Stunting dan Kemiskinan Saat Anggaran Mengetat

potretmaluku.id – Langkah penguatan ketahanan keluarga di tingkat akar rumput menjadi fokus baru di wilayah kepulauan Maluku Tenggara. 

Pemerintah Kecamatan Kei Kecil Timur resmi mengukuhkan kepengurusan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) periode 2026–2031 untuk mengonsolidasikan program kerja yang berdampak langsung pada masyarakat kelas bawah.

Pengukuhan yang berlangsung di Desa Rumat pada Sabtu, 23 Mei 2026, dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Camat Kei Kecil Timur, Pius Fritz Wokanubun. 

Dalam arahannya, Pius menegaskan bahwa eksistensi PKK berada pada posisi strategis sebagai mitra kerja birokrasi, terutama dalam menjembatani kebijakan daerah yang menyasar sektor domestik atau rumah tangga.

“PKK adalah mitra strategis pemerintah. Kami tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan gerakan pemberdayaan keluarga yang digerakkan PKK,” ujar Pius. 

Ia mewanti-wanti agar momentum pelantikan ini tidak berhenti sebagai seremoni administratif, melainkan menjadi titik mula intervensi konkret terhadap problem sosial di wilayahnya.

Pius menjabarkan sejumlah rapor merah dan isu prioritas yang mendesak untuk segera diintervensi oleh pengurus baru. 

Di antaranya meliputi percepatan penanganan stunting, revitalisasi layanan posyandu untuk menaikkan kualitas kesehatan ibu dan anak, penanggulangan kemiskinan, hingga stimulasi ekonomi warga melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UPPK). 

Pengurus dituntut segera merumuskan program kerja yang tak sekadar muluk di atas kertas, melainkan adaptif terhadap kebutuhan riil desa.

Tantangan kerja kepengurusan periode ini dipastikan berjalan di tengah situasi pelik, terutama terkait pengetatan ruang fiskal daerah. 

Pelaksana Harian Ketua TP PKK Kabupaten Maluku Tenggara, Nana Wulandari, mengingatkan para kader untuk tetap konsisten mengeksekusi 10 program pokok PKK secara berkelanjutan meski harus berhadapan dengan keterbatasan anggaran instansi.

“Sekarang di mana-mana bicara efisiensi anggaran, tetapi semangat itu tidak kena efisiensi, karena semangat itu gratis,” kata Nana menekankan.

Ia menggarisbawahi bahwa kunci keberhasilan gerakan kelembagaan ini bertumpu pada kolaborasi lintas sektor dan ketulusan dalam mengabdi secara sukarela tanpa mematok upah tetap. 

Sembari memberikan apresiasi atas dedikasi pengurus periode terdahulu, Nana meminta struktur organisasi yang baru dikukuhkan ini memperkuat koordinasi internal agar tidak gagap dalam menghadapi dinamika sosial ekonomi warga Kecamatan Kei Kecil Timur ke depan.(TIA)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button