Gelar Bukber di Seith, Gubernur Maluku Salurkan Berbagai Bantuan untuk Masyarakat
potretmaluku.id – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa Minggu (15/3/2026) kemarin menggelar buka puasa bersama (bukber) di Negeri Seith, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, Sekda Maluku Sadali Ie, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku Kasrul Selang, Dirbinmas Polda Maluku Kombes Pol Hujra Soumena, Ketua Latupati Jazirah dan para Raja se-Jazirah Leihitu, pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku, serta Camat Leihitu Sigit Sanduan, Pengurus DPP Hetu Jazirah dan Hena Hetu Jazirah.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Maluku juga menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat, diantaranya, ratusan kacamata baca secara gratis kepada ratusan warga, bantuan 700 tanaman buah dan kayu, bantuan dari program “Manggurebe Biking Bae Rumah” untuk warga Seith dan Kaitetu, serta ratusan paket sembako Ramadhan.
Gubernur Hendrik Lewerissa mengaku bersyukur dan bangga bisa bukber bareng masyarakat di Negeri Seith, sebagai wujud atas perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat dalam menjalin tali silaturahmi.
Menurutnya, momentum tersebut sekaligus menjadi ruang introspeksi dan memperbaiki diri. Karena Ramadan hadir sebagai pengingat untuk kembali kepada Allah SWT, memperbaiki hubungan denganNya serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

“Maka buka puasa bersama ini selain meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, tetapi mengharuskan kita semua untuk saling berbagi dan tolong menolong antar sesama,”kata Hendrik.
Gubernur akui, selama 13 bulan memimpin Maluku, tidak mudah menjalankan amanah yang dipercaya ditengah banyak tantangan. Namun ini tanggungjawab yang harus dilakukan sebaik mungkin, memperjuangkan kebaikan par Maluku pung Bae.
“13 bulan ini ada banyak hal baik yang telah kita gapai. Semisal Negeri Seith kebagian bedah rumah layak huni 7 unit dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Maluku sebanyak 81 unit tahun 2025. Tahun 2026 kami mendapat 2.998 unit rumah, itu kenaikan sangat signifikan,” ujarnya.
Tak hanya itu, lanjut Gubernur, Maluku juga kebagian program Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2025 untuk dua daerah yaitu Kabupaten Buru dan Kota Tual. Namun di tahun ini, naik signifikan mencapai puluhan Kampung Nelayan Merah Putih dan puluhan kampung penyangga di hampir seluruh kabupaten/kota.
“BSPS 2026, beta (saya) konfirmasi, Seith pasti dapat lagi kuota untuk bedah rumah tidak layak huni. Tapi memang kita harus bagi secara merata ke 11 kabupaten/kota, karena harus mendapat prioritas yang sama, tidak saja di Seith,” jelas Hendrik.
Sementara itu, Upulatu (raja) Negeri Seith, Rivi Ramli Nukuhehe memberikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Gubernur Maluku kepada masyarakat Seith dan Leihitu.
Nukuhehe juga meminta perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk perbaikan infrastruktur jalan masuk ke negeri maupun Jazirah Leihitu pada umumnya, serta meminta atensi khusus terkait kebutuhan air bersih.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat dan juga Pemerintah Provinsi Maluku atas bantuan kepada Negeri Seith dan Leihitu. Bagi kami, ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Semoga kedepan semakin banyak lagi rumah tidak layak huni yang dibedah,” ujar Nukuhehe.
Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur mengaku telah mengajukan pinjaman ke PT SMI, salah satunya untuk rehabilitasi jalan di Jazirah Leihitu. “Demikian pula soal air bersih yang jadi kebutuhan masyarakat Seith, pasti saya akan respon. Semoga dalam waktu cepat tertangani,” jelas Hendrik.
Pada kesempatan itu, Hendrik juga menekankan pentingnya menjaga dan merawat keamanan dan ketertiban ditengah masyarakat. Dia menyerukan perdamaian, merajut kebersamaan dan memperkuat tali silaturahmi antar orang basudara.
Sebab, akan sia-sia jika pemerintah merencanakan kemajuan dan pembangunan daerah, namun masih ada masyarakat yang berkonflik, bertengkar atau belum satu hati. Masih melihat perbedaan sebagai jurang pemisah yang besar. Keberhasilan pemerintah daerah tidak akan tercapai tanpa adanya dukungan dan sinergitas dari berbagai elemen masyarakat di Maluku.
“Mari menatap kedepan, melihat persamaan kita, jangan fokus pada perbedaan kita. Sebab tidak ada yang sempurna di bumi ini, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Kalau kita melihat kesamaan kita, disitulah terbuka kesempatan bagi kita untuk kita,” ungkap Hendrik. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



