Lewerissa Sebut MIP Layak di Wilayah Salahutu Sesuai Studi Kelayakan
potretmaluku.id – Wakil Ketua DPRD Maluku, Johan Johanis Lewerissa menyebut Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa sangat senang jika Proyek Strategis Nasional (PSN) Maluku Integrated Port di bangun di Pulau Seram.
Selain karena luas wilayah, namun juga supaya industri-industri berkembang di Pulau Seram. Hanya saja, proyek tersebut tidak dibangun dengan uang daerah, melainkan banruan Bank Dunia.
Menurutnya, bank dunia memiliki kepentingan, sehingga setiap pembangunan yang didanai oleh bank dunia, tentu memiliki kajian matang tentang untung/rugi dan juga prospek kedepannya.
“Jadi menurut studi kelayakan yang dilakukan oleh bank dunia, yang paling tepat itu ada di wilayah Liang, Tulehu, Waai dan sekitarnya, karena dekat dengan Bandara Pattimura dan Pelabuhan Yis Sudarso di Ambon,” ujar Lewerissa, Kamis (5/3/2026).
Kata dia, aktivitas ekonomi terbesar ada di Kota Ambon. Itu juga merupakan salah satu faktor pendukung dibangunnya MIP di Pulai Ambon. Sebab, MIP tidak dibangun hanya untuk kepentingan sesaat, melainkan jangka panjang berkaitan dengan Blok Masella.
Dia menegaskan, pemindahan MIP ke wilayha Pulau Ambon bukan atas kehendak pemerintah daerah, tapi melibatkan pemerintah pusat, yakni Bappenas dan lainnya. Sebab, untuk membangun pelabuhan besar butuh, tentu butuh penelitian khusus dan studi kelayakan secara menyeluruh.
“Jadi ini bukan keinginan pemerintah daerah, tapi keinginan bank dunia. Karena bangun pelabuhan internasional itu butuh biaya sangat besar,” jelasnya.
Kalau publik berpendapat bahwa wilayah Salahutu itu tidak layak karena faktor risiko geologis yang tinggi, khususnya kerawanan gempa dan posisi lempeng teknonik, Lewerissa kembali menegaskan bahwa sudah dilakukan studi kelayakan terhadap berbagai macam aspek, baik letaknya, demografi dan lainnya.
“Jadi kalau sudah dinyatakan layak berdasarkan kajiannya, yah mau bagaimana lagi,” tandasnya. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



