potretmaluku.id – Surat pernyataan paguyuban Perhimpunan Anak Negeri Jazirah Leihitu (Hena Hetu) ke Partai Golkar soal polemik PAW anggota DPRD Provinsi Maluku dinilai berlebihan.
Poin-poin yang tertuang dalam surat pernyataan kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku terkesan ikut campur urusan internal dan rumah tangga (RT) Partai Golkar.
Ketua dewan pimpinan pusat perhimpunan pemuda pelajar dan mahasiswa Jazirah Leihitu (DPP Hetu Upu Ana), Suherman Ura mengaku pihaknya sangat mendukung perjuangan yang ditempuh oleh Azis Mahulette untuk mendapatkan keadilan di Partai Golkar.
Namun, perlu difahami bahwa setiap organisasi memiliki aturan dan mekanisme yang berlaku, terlebih lagi di Partai Golkar, yang harus dihargai.
“Prinsipnya, kami mendukung penuh perjuangan bang Azis Mahulette. Tapi kami juga menghargai mekanisme dan aturan yang berlaku di Partai Golkar,”ujar Ura, Senin (28/7/2025).
Dia menyebut, DPP Hetu Upu Ana secara moral memberikan dukungan kepada Azis Mahulette. Dia juga menghargai dukungan Hena Hetu kepada Azis sebagai salah satu tokoh terbaik di Jazirah.
Untuk itu, Hetu Upu Ana harus menjaga marwah Hena Hetu, jangan sampai publik menilai bahwa Hena Hetu yang adalah wadah besar orang Jazirah malah tidak memahami proses politik itu seperti apa.
“Jangan kita ditertawakan, karena terlalu mencampuri urusan internal partai. Golkar itu partai besar, punya aturan dan mekanisme yang harus juga dihargai,”ujarnya.
Dia menuturkan, hingga saat ini proses di DPP Partai Golkar masih berjalan. DPP Partai Golkar pun belum menetapkan siapa yang bakal mengisi kursi Golkar di DPRD Maluku yang ditinggalkan mendiang Rasyad Effendi Latuconsina.
Selain memberikan dukungan moril kepada Azis Mahulette, Ura berharap, Hena Hetu juga harus fokus pada persoalan mendasar yang terjadi di wilayah Jazirah. Misalnya mengawal dan menjaga kondusifitas kamtibmas, perbaikan infrastruktur dan lainnya.
“Sudah 12 tahun jalan di Negeri Lima rusak pasca banjir bandang 2013 lalu. Ada juga jalan di Desa Hatu, Mamala, Morella dan desa lain banyak yang rusak. Ada juga kerenggangan antar desa. Baiknya Hena Hetu beri perhatian serius terhadap itu ketimbang mencampuri urusan internal partai yang bukan kewenangan,”tandas Ura. (RED)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



