LingkunganNasional

Riset UI: Galon Guna Ulang PET Efektif Kurangi Sampah Plastik & Emisi

potretmaluku.id – Penggunaan kemasan galon guna ulang berbahan polyethylene terephthalate (PET) diprediksi mampu menekan timbulan sampah plastik di Indonesia secara signifikan.

Riset terbaru menunjukkan bahwa model pengemasan ini menjadi instrumen krusial dalam mendukung target pemerintah mengurangi sampah plastik hingga 30 persen pada 2025.

Kepala Klaster Kajian Pembangunan Berkelanjutan Daya Makara Universitas Indonesia (DMUI), Bisuk Abraham Sisungkunon, mengungkapkan bahwa penggunaan galon guna ulang dapat memangkas timbulan sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton per tahun.

Merujuk data Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM) FEB UI, ketiadaan kemasan guna ulang berisiko membuat 70 persen konsumen beralih ke kemasan sekali pakai.

“Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan timbulan sampah kemasan sekali pakai hingga 770.000 ton per tahun, yang berdampak pada penambahan emisi sampah plastik hingga 1,65 juta ton per tahun,” ujar Bisuk dalam keterangan tertulis, Rabu, 31 Desember 2025.

Menurut Bisuk, langkah ini sejalan dengan misi pemerintah dalam mengimplementasikan prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Replant).

Galon guna ulang PET dirancang untuk pemakaian jangka panjang, berbeda dengan kemasan sekali pakai yang langsung berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) atau mencemari ekosistem. Selain itu, aspek keamanan kemasan ini telah divalidasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLHK tahun 2024 mencatat Indonesia menghasilkan 34,63 juta ton sampah, dengan 9,9 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik.

Bisuk menambahkan, selain mengurangi volume sampah, galon guna ulang PET yang memiliki bobot lebih ringan turut membantu efisiensi logistik dan menekan jejak karbon.

Sejalan dengan temuan tersebut, Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, menyatakan komitmennya dalam mendukung penanggulangan sampah plastik melalui model bisnis sirkular. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah dan inovasi kemasan.

“Model bisnis guna ulang ini memungkinkan kami menghadirkan produk berkualitas sekaligus meminimalisasi dampak lingkungan melalui penggunaan air dan plastik yang lebih efisien,” kata Karyanto.

Di tingkat konsumen, inovasi kemasan ini mendapat respons positif. Yustinus, seorang warga Depok, mengaku memilih galon guna ulang PET karena kepraktisan dan aspek lingkungannya.

“Sangat bagus karena tidak menambah sampah di lingkungan. Selain itu, tampilannya yang bening membuat kondisi air terlihat lebih jernih,” tuturnya.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button