AmboinaMalukuNasionalPolitik

Mundur dari Kepengurusan, Timisela Nilai Politik di Golkar Sudah Tak Sehat

potretmaluku.id – Sekretaris DPD Golkar Provinsi Maluku, Abner James Timisela mengundurkan diri dari kepengurusan lantaran tidak menerima dengan pengusulan Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk mengisi kursi yang di tinggalkan mendiang Rasyad Effendi Latuconsina di DPRD Provinsi Maluku.

“Saya resmi mundur dari posisi Sekretaris DPD Golkar Maluku. Dalam waktu dekat surat pengunduran diri saya disampaikan ke DPP Golkar,”kata Timisela kepada potretmaluku.id, Minggu (10/8/2025) malam.

Menurutnya, sesuai Undang-Undang Nomor 7 dan PK 26, PAW itu mesti ditetapkan dari calon dengan suara terbanyak berikut berdasarkan keputusan KPU.

Tak hanya itu, dia juga tak terima dengan proses revitalisasi kepengurusan yang dilakukan Golkar Maluku dibawah kepemimpinan Plt. Ketua DPD, Umar Lessy yang menurutnya cacat prosedur karena tidak melibatkan dirinya sebagai sekretaris DPD.

Pasalnya, dalam SK DPP Golkar Nomor : Skep-97/DPP/GOLKAR/VII/2025 tentang penunjukan pelaksana tugas ketua DPD Golkar Provinsi Maluku, tidak sedikitpun disebut revitalisasi kepengurusan.

Apalagi tinggal beberapa bulan lagi digelar Musda DPD Golkar Provinsi Maluku. Pengusulan perubahan kepengurusan harus ditandatangani ketua dan sekretaris.

“Jadi ini melampaui kewenangan, sebab dalam konstitusi Golkar, pemberhentian atau pergantian pengurus adalah ranah DPP Golkar, bukan dewan etik atau Plt,”pungkasnya.

Timisela mengungkapkan, berbagai alibi untuk memojokkan seorang kader di internal Partai Golkar yang tidak substansial membuatnya tidak nyaman dalam kepengurusan DPD Partai Golkar Maluku.

Dia menilai proses politik di internal Partai Golkar sudah tidak sehat, sehingga membuatnya tidak nyaman berada dalam kepengurusan. Meski begitu, dia menegaskan masih tetap sebagai kader partai Golkar dan akan terus memperjuangkan kebenaran serta keadilan di internal partai.

“Proses politik yang tidak sehat dan tidak transparan seperti ini membuat saya tidak nyaman,”cetusnya.

Dia menyebutkan, keputusan mengundurkan itu merupakan bentuk protes terhadap proses PAW anggota DPRD Maluku sekaligus revitalisasi kepengurusan.

“Saya ambil langkah ini dengan hati besar tanpa penyesalan, demi menjaga integritas pribadi dan marwah organisasi. Kalau kondisi ini dibiarkan, partai akan mengalami penurunan drastis,”tandas Timisela. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button