potretmaluku.id – Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam upaya memperkokoh ketahanan keluarga berbasis nilai keagamaan.
Dalam audiensi dengan Wakil Menteri Agama, Romo H. R. Muhammad Syafi’i di Jakarta, Minggu, 1 Maret 2026, kedua pihak sepakat menjadikan keluarga sebagai garda terdepan dalam merawat moderasi beragama.
Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, memaparkan empat program strategis yang akan dijalankan di 11 kabupaten/kota di Maluku.
Program tersebut meliputi workshop moderasi beragama berbasis keluarga, pelatihan pengasuhan (parenting) religius, penguatan penyuluh agama perempuan di desa, hingga pemberian bantuan sarana keagamaan bagi keluarga pra-sejahtera.
“Kami ingin memastikan bahwa moderasi beragama dimulai dari rumah. PKK Maluku siap menjadi mitra strategis Kementerian Agama dalam menjaga harmoni sosial,” ujar Maya Baby Lewerissa.
Menurut dia, sejarah panjang Maluku dalam menjaga perdamaian perlu dirawat melalui penguatan nilai-nilai keagamaan yang inklusif sejak dini.
Wakil Menteri Agama, Romo H. R. Muhammad Syafi’i, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menekankan bahwa karakter bangsa sangat bergantung pada kualitas ketahanan keluarga di daerah.
Kolaborasi ini diharapkan dapat ditindaklanjuti secara teknis melalui Kanwil Kementerian Agama di daerah untuk memastikan program menyentuh masyarakat di wilayah pelosok.
Dalam pertemuan tersebut hadir pula Wakil Penasehat Dharma Wanita Kemenag, Maya Suhasni Siregar.
Pertemuan ini menjadi langkah taktis bagi PKK Maluku untuk mengamankan dukungan pusat dalam mewujudkan stabilitas sosial dan kerukunan umat beragama melalui jalur pendidikan non-formal di lingkungan keluarga.(TIA)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



