Maluku

Kolaborasi PSDKP Ambon dan Polda Maluku Perkuat Pengawasan Laut Timur

potretmaluku.id – Di ruang tamu sederhana di Markas Polda Maluku, Kamis siang lalu, berlangsung pertemuan yang jauh dari seremoni tapi sarat makna strategis. Kepala Stasiun PSDKP Ambon Johanis J. Medea datang bersama jajaran, membawa agenda penting: memperkuat sinergi untuk menjaga laut Maluku dari kerusakan dan pelanggaran hukum.

Kepolisian Daerah Maluku dan Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Ambon sepakat mempererat kerja sama pengawasan wilayah perairan timur Indonesia.

Hal ini mengemuka dalam audiensi antara Kapolda Maluku Irjen Pol. Eddy Sumitro Tambunan dengan Kepala PSDKP Ambon Johanis J. Medea yang berlangsung Kamis, 12 Juni 2025.

Pertemuan tersebut dimanfaatkan sebagai forum pertukaran informasi strategis dan penguatan koordinasi antarlembaga dalam mengawasi, mengamankan, dan menegakkan hukum di wilayah laut Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Kapolda Maluku menyambut baik kehadiran rombongan PSDKP dan menegaskan komitmen institusinya dalam memperkuat kolaborasi lintas sektoral, khususnya dalam menghadapi ancaman serius seperti penangkapan ikan ilegal, pelanggaran wilayah, hingga eksploitasi laut yang merusak ekosistem.

“Wilayah laut kita kaya, tapi juga rentan. Kolaborasi adalah kunci. Kami mendukung tugas PSDKP dengan patroli bersama, pertukaran data intelijen, hingga penindakan hukum yang tegas dan terukur,” ujar Kapolda dalam pertemuan itu. Ia didampingi Irwasda dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku.

Sementara itu, Kepala PSDKP Ambon menjelaskan, pengawasan laut mencakup dua sektor utama: perikanan dan kelautan, dengan cakupan wilayah Maluku dan Maluku Utara. Ia menyebutkan bahwa saat ini pihaknya tengah mengidentifikasi sejumlah indikasi pelanggaran yang berpotensi merusak ekosistem laut.

“Kolaborasi adalah semangat kami. Kami terus membangun koordinasi erat dengan TNI AL, Bakamla, dan Direktorat Polairud. Dukungan Polda Maluku tentu sangat penting,” ujar Johanis, yang hadir bersama tim kerja penanganan pelanggaran, pengawasan kelautan, dan operasi armada.

Ia juga menambahkan bahwa PSDKP memiliki dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Maluku, masing-masing di Ambon dan Tual, yang berperan aktif dalam pemantauan aktivitas kelautan.

Selain membahas penguatan patroli bersama dan tukar-menukar informasi, dalam pertemuan itu juga dibicarakan berbagai isu strategis sektor kelautan dan perikanan. Mulai dari tantangan penegakan hukum, pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan, hingga perlindungan masyarakat pesisir dari dampak eksploitasi sumber daya alam.

Diharapkan, sinergi Polda Maluku dan PSDKP Ambon dapat menjadi pijakan kuat bagi terbangunnya sistem pengawasan maritim yang efektif, ramah lingkungan, serta selaras dengan prinsip keadilan dan kesejahteraan rakyat.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button