Amboina

Imam Besar Masjid Raya Al Fatah Ambon KH Raden Rusdi Hasanussi Berpulang

potretmaluku.id – Kabar duka ini menyelimuti masyarakat Maluku, terutama umat Islam yang kehilangan sosok panutan dan pemimpin spiritual mereka, dengan berpulang ke rahmatullah Imam Besar Masjid Raya Al Fatah Ambon, KH Raden Rusdi Hasanussi, Jumat, 7 Maret 2025, di kediaman almarhum, Perumahan BTN Manussela Kebun Cengkeh, Ambon.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bersama Wakil Gubernur, Abdullah Vanath, serta sejumlah pejabat Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, menyampaikan belasungkawa saat melayat ke kediaman almarhum pada pagi hari tersebut. Dalam kesempatan itu, Gubernur Hendrik Lewerissa mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga besar almarhum.

Gubernur Hendrik menyatakan, “kepada keluarga besar almarhum, kami mengucapkan turut belasungkawa yang mendalam. Sebenarnya saat ini kami ingin mengantarkan jenazah, namun ada agenda yang harus dilaksanakan, sehingga kita berbagi tugas pagi ini. Mohon maaf saya tidak bisa hadir, namun Sekda yang akan mewakili untuk mengantarkan almarhum sampai ke tempat pemakamannya.”

Peran KH. Raden Rusdi Hasanussi dalam Perdamaian Maluku

Semasa hidupnya, KH Raden Rusdi Hasanussi dikenal sebagai salah satu pelopor perdamaian di Maluku. Beliau adalah tokoh Muslim yang sangat disegani oleh semua kalangan masyarakat.

Peran Hasanussi dalam merajut kembali tenun kebersamaan di Maluku pasca konflik sangat signifikan. Sebagai Imam Besar Masjid Raya Al Fatah Ambon, beliau tidak hanya memimpin umat dalam ibadah, tetapi juga menjadi jembatan penghubung antar komunitas yang pernah terpecah.

Komitmennya terhadap perdamaian tercermin dalam berbagai inisiatif yang beliau lakukan. Beliau aktif dalam dialog lintas agama dan budaya, berupaya menjalin hubungan harmonis antara berbagai kelompok di Maluku.

Upaya beliau ini mendapatkan apresiasi luas dan menjadi teladan bagi generasi penerus dalam menjaga kerukunan dan perdamaian.

Warisan dan Teladan yang Ditinggalkan

Kepergian KH Raden Rusdi Hasanussi meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Maluku. Namun, warisan nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan kebijaksanaan yang beliau tanamkan akan terus hidup dan menjadi pedoman bagi generasi selanjutnya.

Sebagai seorang pemimpin spiritual, beliau telah menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan yang harus dirayakan dalam harmoni.

Masyarakat Maluku, khususnya umat Islam, kehilangan seorang figur yang selalu mengedepankan dialog dan pengertian dalam menyelesaikan berbagai permasalahan.

Keteladanan beliau dalam memimpin dan membina umat akan selalu dikenang dan dijadikan inspirasi dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button