Maluku Tenggara

HUT ke-73 Maluku Tenggara: Bupati Ajak Warga Ubah Keterbatasan Jadi Inovasi

potretmaluku.id – Kabupaten Maluku Tenggara memperingati hari jadinya yang ke-73, Senin, 22 Desember 2025, dalam suasana reflektif di tengah tantangan keterbatasan anggaran dan tuntutan pembangunan wilayah kepulauan.

Pada peringatan tersebut, Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan keterbatasan sebagai pemicu kreativitas dan inovasi bersama.

Menurut Thaher, kebijakan efisiensi nasional yang berdampak pada keterbatasan fiskal daerah justru harus dibaca sebagai peluang untuk berpikir dan bertindak secara lebih kreatif.

Ia menyebut konsep constraint-based creativity, yang menunjukkan bahwa keterbatasan sumber daya dapat mendorong lahirnya solusi-solusi inovatif.

“Secara biologis dan sosial, manusia justru dirancang untuk menjadi lebih kreatif ketika menghadapi tantangan,” ujar Thaher.

Ia merujuk pada berbagai studi neurosains dan pengalaman sejumlah negara yang mampu bangkit dari keterbatasan melalui inovasi dan kedisiplinan kolektif.

Dalam konteks lokal, Thaher menekankan pentingnya mengoptimalkan kearifan tradisional masyarakat Kei. Sistem sasi, misalnya, dinilai sebagai bentuk inovasi berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam yang terbukti efektif tanpa membutuhkan anggaran besar. Filosofi maren—gotong royong dan saling membantu—juga disebut sebagai modal sosial utama masyarakat kepulauan.

Selain kearifan lokal, pemerintah daerah mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pasar produk unggulan daerah. Produk UMKM seperti minyak kelapa murni, aneka olahan enbal, dan kerajinan tangan dinilai memiliki potensi menembus pasar nasional hingga internasional melalui platform digital dengan biaya yang relatif rendah.

Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat. Kehadiran lembaga pendidikan vokasi seperti Politeknik Perikanan Negeri Maluku Tenggara disebut sebagai mitra strategis dalam pengembangan teknologi tepat guna bagi masyarakat pesisir dan kepulauan.

Dalam satu tahun terakhir, pemerintah daerah mencatat sejumlah capaian pembangunan. Di bidang pendidikan, Kabupaten Maluku Tenggara memperoleh predikat Pemerintah Daerah Paling Inspiratif dalam penerapan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat 2025. Sebanyak 148 tenaga pendidik telah diwisuda, sementara 227 lainnya masih menjalani pendidikan lanjutan dan ditargetkan selesai pada 2026.

Di sektor kesehatan, angka stunting per Oktober 2025 turun menjadi 12,43 persen dari sebelumnya 15,68 persen pada 2024. Penurunan ini disebut sebagai hasil kerja bersama lintas sektor.

Pembangunan infrastruktur dasar juga terus berjalan, antara lain penyediaan jaringan air bersih di sepuluh ohoi, penataan kawasan landmark dan kawasan kuliner untuk mendorong pendapatan asli daerah, serta pengoperasian Pasar Langgur.

Di sektor energi, layanan listrik 24 jam telah beroperasi di Ohoi Warbal dan Ur Pulau, serta dijadwalkan menyusul ke Tanimbar Kei pada awal 2026.

Pemerintah daerah juga menyatakan dukungan terhadap sejumlah program nasional, termasuk pembangunan dapur MBG 3T di 38 titik, pembentukan Koperasi Merah Putih di 192 ohoi, penyediaan lahan untuk Sekolah Rakyat, program cek kesehatan gratis, serta dukungan program pembangunan tiga juta rumah.

Dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat, Thaher menyebut kondisi daerah semakin kondusif. Gangguan kamtibmas sepanjang 2025 menunjukkan penurunan signifikan, seiring dengan koordinasi intensif bersama unsur Forkopimda. Kabupaten Maluku Tenggara bahkan meraih penghargaan Indeks Harmoni Indonesia 2025 dari Kementerian Dalam Negeri.

Menutup sambutannya, Thaher mengajak masyarakat Maluku Tenggara membangun pola pikir bertumbuh (growth mindset) dan mengubah rasa memiliki terhadap daerah menjadi semangat berkontribusi nyata. Menurutnya, kemajuan daerah tidak semata ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan oleh kekuatan tekad, kreativitas, dan persatuan masyarakat.

“Hari ulang tahun ke-73 ini harus menjadi momentum kebangkitan—kebangkitan yang lahir dari ketangguhan menghadapi tantangan,” ujarnya.(TIA)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button