Dari Legislatif ke Eksekutif, Jejak M. Thaher Hanubun di Bursa Ketua Demokrat Maluku
potretmaluku.id – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Maluku tahun 2026 dipandang sebagai momentum penting untuk menentukan arah baru partai. Pergantian kepemimpinan bukan sekedar mencari pengganti ketua, tetapi memilih figur yang mampu memperkuat konsolidasi dan membawa Partai Demokrat lebih dekat dengan masyarakat.
Sejumlah nama mulai disebut berpotensi masuk dalam bursa Ketua DPD Partai Demokrat Maluku. Salah satu yang dinilai layak diperhitungkan adalah Muhammad Thaher Hanubun, yang memiliki pengalaman panjang di kursi legislatif maupun eksekutif.
M. Thaher Hanubun mengawali perjalanan sebelum terjun jauh ke politik dari dunia pendidikan sebagai seorang guru di salah satu SMA di Jakarta. Ia kemudian menjadi anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), sebelum melanjutkan karirnya sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku.
Pengalamannya di legislatif kmudian dilanjutkan dengan kepemimpinan di pemerintahan. Thaher Hanubun kini menjabat sebagai Bupati Malra untuk periode kedua. Rekam jejak tersebut menjadi modal penting karena seorang ketua tingkat provinsi tidak hanya dituntut memiliki popularitas saja, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi, membaca dinamika politik, dan mengkonsolidasikan kader lintas wilayah.
Tantangan itu semakin kompleks bagi Demokrat Maluku yang harus mengelola organisasi di provinsi kepulauan dengan karakter setiap daerah yang berbeda. Setiap kabupaten dan kota memiliki karakter sosial, budaya, geografis dan dinamika politik yang berbeda. Karena itu, pemimpin Demokrat Maluku ke depan harus mampu menjadi jembatan yang menyatukan seluruh kekuatan partai.
Dari Maluku Tenggara hingga ke Maluku Barat Daya, dari Ambon sampai ke Buru, dan dari Maluku Tengah hingga Seram Bagian Timur, seluruh kader harus merasa menjadi bagian dari satu rumah besar Demokrat Maluku.
Pengalamannya memimpin Malra dinilai relevan dengan kebutuhan tersebut. Sebagai kepala daerah di wilayah kepulauan, ia bersentuhan langsung dengan persoalan geografis, sosial dan politik masyarakat yang tersebar di sejumlah pulau.
Regenerasi Tak Sekedar Figur Baru
Musda Demokrat Maluku juga menjadi momentum regenerasi setelah Elwen Roy Pattiasine menyatakan tidak lagi mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Demokrat Maluku pada 2026, dan berharap muncul kader yang mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan partai.
Regenerasi tidak selalu berarti menghadirkan figur yang lebih muda. Lebih dari itu, regenerasi membutuhkan energi, perspektif dan pola komunikasi baru untuk memperkuat organisasi.
Dalam konteks tersebut, pengalaman Thaher Hanubun sebagai legislator sekaligus kepala daerah menjadi salah satu modal yang membuat namanya menarik diperhitungkan.
Demokrat Maluku membutuhkan pemimpin yang mampu merawat soliditas kader, memperkuat struktur hingga ke daerah, dan membangun komunikasi dengan seluruh DPC.
Musda juga diharapkan tidak berhenti pada pertarungan memperebut kursi ketua. Figur yang terpilih nantinya menghadapi pekerjaan yang lebih besar, mulai dari konsolidasi organisasi, regenerasi kader, memperluas komunikasi publik, hingga memastikan Demokrat tetap hadir ditengah masyarakat.
Karena itu, kemenangan dalam Musda seharusnya bukan menjadi tujuan akhir. Yang lebih oenting adalah bagaimana ketua terpilih mampu membuat Demikrat lebih kuat seteral Musda berakhir.
Dalam konteks itulah nama Muhammad Thaher Hanubun dinilai pantas masuk dalam perhitungan. Bukan semata karena statusnya sebagai bupati dua periode, tetapi karena perjalanan politiknya telah melewati legislatif dan eksekutif serta bersentuhan langsung dengan dinamika di masyarakat.
Meski begitu, keputusan terakhir tetap berada dalam mekanisme internal Partai Demokrat, termasuk proses penjaringan, dukungan DPC, hingga keputusan DPP.
Munculnya sejumlah nama justru menjadi bagian dari dinamika demokrasi internal partai. Pemilik suara nantinya memiliki ruang untuk menentukan figur berdasarkan kapasitas, pengalaman, dan juga visi kepemimpinan.
Pada akhirnya, Musda Demokrat Maluku bukan hanya memilih seorang ketua, tetapi menentukan arah perjalanan partai untuk beberapa tahun kedepan.
Ditengah kebutuhan memperkuat konsolidasi dan memperluas basis ke daerah, pengalaman kepemimpinan M. Thaher Hanubun menjadi salah satu modal yang patut dipertimbangkan dalam bursa Ketua DPD Partai Demokrat Maluku. (**)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



