AMSI Maluku Gelar Diskusi Bahas Energi Untuk Maluku, Masa Depan LNG Blok Masela
potretmaluku.id – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Maluku akan menggelar diskusi publik bertajuk “Energi untuk Maluku: BBM, LPG dan Masa Depan LNG Blok Masela” sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) III AMSI Maluku 2026.
Diskusi tersebut akan membahas sejumlah isu strategis sektor energi di Maluku, mulai dari ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM), LPG hingga perkembangan Proyek Abadi Blok Masela serta rencana pembangunan fasilitas LNG.
Ketua AMSI Maluku, Hamdi Jempot, mengatakan diskusi panel tersebut menjadi salah satu agenda dalam rangkaian Konferwil III AMSI Maluku.
“Diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Konferwil III AMSI Maluku. Kami ingin menjadikan forum ini sebagai ruang dialog untuk membahas isu energi yang penting bagi Maluku, khususnya terkait ketersediaan pasokan dan distribusi energi di wilayah Maluku dan juga masa depan LNG Blok Masela,” kata Hamdi dalam siaran persnya, Senin (19/10/2026).
Menurut dia, pembahasan sektor energi penting dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sehingga informasi yang disampaikan kepada publik dapat lebih komprehensif.
Kenapa memilih tema energi? Karena energi adalah kebutuhan masyarakat. BBM dan LPG menyangkut kehidupan sehari-hari. Dan bagi Maluku sebagai daerah kepulauan, persoalan distribusi, ketersediaan pasokan energi tentu memiliki tantangan tersendiri.
Di sisi lain, AMSI juga melihat tentang masa depan LNG Blok Masela. AMSI Maluku berharap, pembangunan Blok Masela nantinya tidak hanya berbicara tentang investasi.
Tetapi juga berbicara tentang manfaat bagi masyarakat Maluku. Bagaimana tenaga kerja lokal dapat mengambil bagian. Bagaimana pelaku usaha lokal dapat memperoleh peluang. Dan bagaimana pembangunan tersebut dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah.
Hamdi mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat dukungan dari SKK Migas, INPEX Masela dan Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku.
“Karena itu atas nama AMSI Maluku, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada SKK Migas, INPEX dan Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini,” ujarnya.
Ia mengatakan diskusi panel tidak hanya diperuntukkan bagi pimpinan perusahaan media dan pemimpin redaksi. Peserta juga akan melibatkan organisasi profesi wartawan, asosiasi perusahaan media online, jurnalis, pemerintah daerah, TNI/Polri, perguruan tinggi dan pemangku kepentingan lainnya.
“Peserta yang kami libatkan bukan hanya dari kalangan industri media. Kami juga mengundang unsur pemerintah daerah di Maluku, TNI/Polri, perguruan tinggi serta stakeholder lainnya. Dengan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan diskusi dapat memberikan perspektif yang lebih luas,” kata Hamdi.
Dalam forum tersebut, sejumlah pihak akan menjadi narasumber. Yakni INPEX akan membahas perkembangan Proyek Abadi Blok Masela dan rencana pembangunan fasilitas LNG. Narasumber lainnya dari AMSI nasional yang akan memberikan perspektif mengenai peran media siber dalam mengawal investasi, ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan di Maluku.
Diskusi tersebut juga akan membahas tantangan distribusi energi di wilayah kepulauan, peran pemerintah dan badan usaha dalam menjaga ketahanan energi, serta peluang keterlibatan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal dalam pembangunan Proyek Abadi Blok Masela.
Selain soal energi, dalam diskusi panel ini juga, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena dijadwalkan akan hadir sebagai narasumber, Menjaga Kemitraan, Merawat Informasi Publik : Masa Depan Kerjasama Pemkot Ambon dan Media Massa di Tengah Efisiensi Anggaran.
Selain diskusi publik, Konferwil III AMSI Maluku juga akan menjadi forum organisasi untuk mengevaluasi perkembangan organisasi dan industri media siber di Maluku, menyusun program kerja serta memilih dan menetapkan kepengurusan AMSI Maluku periode berikutnya.
Konferwil III AMSI Maluku dan Diskusi Publik akan berlangsung pada Selasa (20/10/2026) di Zest Hotel Ambon. Kegiatan tersebut diperkirakan diikuti sekitar 100 hingga 150 peserta yang berasal dari perusahaan media, organisasi pers, pemerintah daerah, BUMN/BUMD, TNI/Polri, perguruan tinggi, dunia usaha, akademisi, jurnalis serta pemangku kepentingan lainnya. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



