Groundbreaking Blok Masela Tinggal Hitungan Jam, Gubernur: Persiapan Sudah 90 Persen
potretmaluku.id – Jelang peletakan batu pertama (Groundbreaking) proyek Lapangan Abadi Blok Masela, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memastikan seluruh persiapan masuki tahap akhir.
Hingga H-1 pelaksanaa , kesiapan fisik dan teknis pada lokasi acara di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) telah mencapai 90 persen. Hal itu disampaikan langsung oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa usai meninjau langsung lokasi bersama jajaran Forkopimda, Rabu (15/7/2026)
“Secara fisik, progres pembangunan infrastruktur pendukung dan seluruh kebutuhan seremoni telah mencapai 90 persen. Masih ada waktu 24 jam untuk menyelesaikan pekerjaan minor, agar pada saatnya nanti seluruh persiapannya rampung 100 persen,” kata Hendrik.
Groundbreaking Lapangan Abadi Blok Masela menjadi salah satu momentum penting bagi pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor energi, sekaligus diharapkan menjadi pintu masuk percepatan investasi dan pertumbuhan ekonomi di Maluku.
Menurut Hendrik, panitia optimis, seluruh pekerjaan yang tersisa dapat diselesaikan tepat waktu, karena disukung dengan koordinasi antara penyelenggara, kontraktor, dan seluruh instansi yang terlibat dalam persialan kegiatan.
Dia berharap groundbreaking proyek strategis nasional (PSN) ters3but menjadi titik awal percepatan pembangunan dan investasi di Maluku.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik. Karena momentum ini menjadi lqngkah penting bagi masa depan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kawasan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Hendrik juga berharap Presiden RI dapat menghadiri langsung agenda bersejarah tersebut.
“Kehadiran pak Preside sangat dinantikan oleh seluruh masyarakat Maluku, khususnya di Kqbupaten Kepulauan Tanimbar,” ungkapnya.
Sementara itu, Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto memastikan seluruh aspek pengamanan telah disiapkan melalui koordinasi antara TNI/Polri dan Pemerintah Daerah.
“Kami siap menyambut lehadiran Bapak Presiden RI. Seluruh personel bekerja maksimal dengan sistem yang terintegrasi dan disukung penuh oleh Forkopimda, sehingga pengamanan dapat berjalan optimal,” ujar Pangdam.
Selain pengamanan, dua skenario perjalanan Presiden RI juga telah disiapkan. Opsi pertama melalui jalur darat dari bandara menuju lokasi groundbreaking dengan jarak sekitar 27 kilometer. “Sedangkan opsi kedua menggunakan helimopter yang akan mendarat di helipad yang telah disiapkan di kawasan acara,” tandas Pangdam. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



