potretmaluku.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon belum juga mengumumkan hasil seleksi terbuka Jabatan Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon. Proses penetapan pejabat definitif masih menunggu terbitnya Pertimbangan Teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan dirinya sengaja belum mengumumkan nama Sekkot terpilih karena tidak ingin mengambil langkah sebelum seluruh proses administrasi dari pemerintah pusat rampung. Hal itu itu disampaikan usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Ambon, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, sikap tersebut merupakan bentuk kehati-hatian agar proses pengangkatan Sekkot berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan administrasi maupun hukum di kemudian hari.
“Saya tidak berani mengumumkan kalau Pertek dari BKN belum keluar. Nanti kalau sudah ada, baru saya umumkan dan lantik, itu saja,” kata Bodewin.
Dia menjelaskan, seluruh tahapan pengisian jabatan Sekkot telah dijalankan sesuai mekanisme. Sebagai kepala daerah, Bodewin memiliki kewenangan memilih satu nama dari peserta seleksi yang telah mengikuti seluruh proses, setelah lebih dulu berkoordinasi dengan Gubernur dan menyampaikan dokumen ke BKN.
“Kepala daerah punya hak memilih satu dari sekian nama yang ikut seleksi dan itu telah saya lakukan termasuk berkoordinasi dengan pak Gubernur. Dokumen telah dikirimkan kembali ke BKN. Berdoa semoga besok sudah keluar,” ungkap Bodewin.
Terkait jadwal pelantikan Sekkot definitif, Bodewin mengaku sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), dia berhak menentukan kapan saja. Namun, pelantikan baru bisa dilakukan setelah Pertek BKN diterbitkan.
“Waktu pelantikan itu saya mau kapan saja, itu terserah saya. Intinya begini, kita tunggu dulu Pertek dari BKN. Kalau sudah keluar, berarti sudah bisa dilantik,” ujarnya.
Kata dia, keputusan menunda pengumuman merupakan langkah antisipatif karena proses di tingkat pusat masih berjalan dan hasil akhirnya belum dapat dipastikan.
“Kita tidak tahu prosesnya di pusat itu seperti apa. Kalau misalnya di akhir Perteknya dibilang begini begitu, nanti siapa yang mau bertanggung jawab?, Makanya saya memilih tidak menyampaikan secara resmi dulu,” tandasnya. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



