Pemkot Diminta Perbaiki & Fungsikan Kembali Rumah Kemasan yang Terbengkalai
potretmaluku.id – Perintah Kota (Pemkot) Ambon diminta untuk memperbaiki rumah kemasan yang berada di kawasan Terminal Transit Passo Kecamatan Teluk Ambon yang telah terbengkalai agar bisa kembali dioptimalkan.
Anggota DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw menyampaikan, tempat yang menyediakan layanan desain grafis dan cetak kemasan produk yang lengkap dengan harga terjangkau milik Pemkot Ambon itu tak lagi terurus.
Fasilitas yang diresmikan sejak 1 Februari 2023 oleh Bodewin M. Wattimena saat menjabat Pj. Walikota untuk mendukung perkembangan pelaku UMKM itu tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.
“Sebetulnya pemerintah kota harus memberikan perhatian ekstra terhadap keberadaan Rumah Kemasan itu. Karena terbukti sampai saat ini sudah tidak lagi berperan dan tidak lagi berfungsi,” ujar Laturiuw kepada potretmaluku.id, Kamis (21/5/2026)
Dia menyebut, keberadaan rumah kemasan sejatinya menjadi salah satu sarana penting yang disiapkan Pemkot Ambon untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk, khususnya dari sisi kemasan dan pemasaran.
Informasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), lanjut dia, sejumlah peralatan di rumah kemasan tersebut telah rusak, bahkan ada juga yang hilang. Padahal sejak awal diresmikan, konsep rumah kemasan itu dibuat sebagai pintu masuk menjaga dan mendorong perkembangan UMKM di Kota Ambon.
“Awalnya itu untuk membantu produk-produk UMKM supaya tidak lagi dikemas secara biasa, tetapi sudah memiliki merek, motif dan desain yang baik. Rumah kemasan tinggal mengeksekusi sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Sayangnya, hal itu tidak berjalan sesuai harapan. Padahal, jika fasilitas tersebut berjalan optimal, maka akan sangat membantu pelaku UMKM untuk memasarkan produknya ke toko-toko modern atau mini market, karena produk yang dijual sudah memiliki standar kemasan yang layak.
Laturiuw mengaku, sampai saat ini belum melihat langkah konkret dari Pemkot Ambon untuk mengaktifkan kembali fasilitas tersebut.
“Mudah-mudahan di tahun 2026 ada perhatian serius, misalnya penggantian atau perbaikan gedung, dibuat pagar pelindung dan ada petugas yang menjaga di sana,” ujar dia.
Dia menegaskan, pemerintah tidak cukup hanya mengeluarkan seruan untuk mendukung pertumbuhan UMKM, tetapi juga harus menyiapkan sarana pendukung yang benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Buat apa sudah diresmikan tapi manfaatnya belum dirasakan masyarakat secara keseluruhan. Kalau pemerintah ingin UMKM berkembang, maka fasilitas pendukung seperti Rumah Kemasan juga harus dipastikan berjalan dengan baik,” pungkasnya. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



