AmboinaBacarita BirmanCerita Terbaik Perubahan PerilakuKomunitasMaluku

Dorong Perdamaian Hitu – Morella, Dirbinmas Polda Beri Pembinaan dan Pengarahan ke Warga

potretmaluku.id – Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Maluku, Kombes Pol. Hujra Soumena, S.IK.,MH memberikan pembinaan sekaligus pengarahan kepada masyarakat Negeri Hitu Mesing, Selasa (3/2/2026).

Giat tersebut juga tidak terlepas dari peran dan tanggungjawabnya sebagai Upu Pasalo’ok (pelindung/pengayom) masyarakat Jazirah, dalam upaya pemulihan keamanan dan perdamaian pasca bentrokan antar negeri di Jazirah Leihitu, khususnya Negeri Hitu Mesing dan Negeri Morela yang terjadi beberapa hari lalu.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara Polri, lembaga adat Hetu Jazirah dan masyarakat dalam meredam potensi konflik lanjutan serta mengembalikan nilai-nilai persaudaraan, pela-gandong, dan kearifan lokal sebagai fondasi kehidupan sosial masyarakat Jazirah.

Pada kesempatan itu, Hujra menekankan pentingnya menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan tatanan dan norma adat, serta hukum dalam menyelesaikan setiap persoalan.

Seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga masyarakat umum diajak menjadi pelopor perdamaian di negeri masing-masing.

“Sebagai Dirbinmas Polda Maluku sekaligus Upu Pasalo’ok Hetu Jazirah, saya hadir membawa pesan keamanan, adat, dan persaudaraan. Konflik tidak pernah membawa kemenangan, yang ada hanyalah luka bersama. Perdamaian adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Dia juga menyampaikan, agama dan adat harus menjadi penyejuk hati, tempat lahirnya kesadaran damai setelah terjadinya konflik.

“Masjid adalah tempat menenangkan hati. Dari sinilah kesadaran damai harus lahir. Apa yang ditutup karena emosi, hari ini kita buka kembali dengan niat baik dan tanggung jawab bersama,” ungkap Hujra.

Sebagai tindak lanjut dari pembinaan dan pengarahan tersebut, Upu Pasalo’ok Hetu Jazirah itu bersama Kepala Perintah (Raja) Negeri Hitu Mesing, tokoh pemuda, dan masyarakat membuka blokade jalan yang sebelumnya dilakukan pasca bentrokan.

Aksi tersebut menjadi simbol kembalinya akal sehat, nilai adat, serta komitmen bersama untuk menjaga perdamaian dan ketertiban di wilayah Jazirah Leihitu.

Raja Negeri Hitu Mesing, Ali Slamat dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh anak negeri untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan.

Dia memberikan apresiasi mepada masyarakat atas dibuka kembali akses jalan yang sebelumnya diblokade. “Itu mencerminkan kedewasaan masyarakat dalam menyikapi konflik, sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan pembinaan humanis, adat, dan agama mampu menghasilkan solusi damai yang konkret,” terangnya.

Ketua Latupati Jazirah itu berharap, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat berjalan normal, serta situasi keamanan di Jazirah Leihitu tetap kembali terjaga dalam bingkai orang basudara.

“Komitmen Hetu Jazirah untuk wujudkan Jazirah yang aman dan damai,” tandasnya. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button