Maluku

Pemprov Maluku Tekankan Perencanaan Berbasis Data dalam Evaluasi Program SKALA

potretmaluku.id – Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan pentingnya perencanaan dan penganggaran berbasis data dalam peningkatan layanan dasar kepada masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang, saat membuka Lokakarya Evaluasi Program SKALA di Ambon, Senin, 8 Desember 2025.

Kasrul mengatakan Program SKALA merupakan bagian dari program pemerintah daerah yang mendapat dukungan teknis dari mitra pembangunan. Ia mengingatkan agar pemahaman tersebut tidak terbalik.

“Ini program daerah yang dibantu oleh SKALA. Kata kuncinya di situ,” kata Kasrul dalam sambutannya.

Ia mengapresiasi pendampingan SKALA selama dua tahun terakhir, terutama dalam membantu pemerintah daerah memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Menurut Kasrul, percepatan peningkatan kualitas layanan dasar masih menjadi tantangan utama bagi Maluku.

“Kita bersyukur karena ada pendampingan. Daerah lain sudah bicara peningkatan ekonomi, sementara kita masih berjuang memenuhi standar pelayanan minimal,” ujarnya.

Kasrul menyebut sejumlah sektor, seperti pekerjaan umum, kesehatan, pendidikan, sosial, dan ketertiban umum, masih menghadapi dinamika dalam pencapaian SPM. Ia menyoroti fluktuasi capaian yang dinilai perlu distabilkan melalui kinerja yang terukur dan berkelanjutan.

“SPM kita kadang naik, kadang turun. Ini pekerjaan bersama yang harus terus dikawal,” katanya.

Selain itu, Kasrul menekankan pentingnya perencanaan dan penganggaran berbasis data yang akurat. Menurut dia, penguatan kebijakan satu data harus terus dilanjutkan agar menjadi dasar dalam pengambilan keputusan.

“Data harus menjadi dasar kebijakan,” ujarnya.

Lokakarya tersebut juga membahas keberlanjutan praktik baik yang telah berjalan, termasuk tata kelola keuangan daerah, peningkatan pendapatan, penguatan partisipasi publik, serta kolaborasi dengan masyarakat adat.

Kasrul menyebut sejumlah capaian telah diraih melalui kolaborasi lintas sektor dan pendampingan SKALA, seperti perbaikan tata kelola dan peningkatan pendapatan daerah. Namun, ia mengingatkan tantangan pada tahun anggaran mendatang masih cukup besar.

“Tahun depan tantangannya tidak ringan. Belanja terbatas, tetapi perencanaan tetap harus berjalan,” katanya.

Lokakarya yang dihadiri perwakilan pemerintah daerah, tim SKALA pusat, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta mitra pembangunan itu ditutup dengan ajakan memperkuat komitmen bersama dalam menyusun perencanaan program Tahun 2026 agar lebih efektif dan berdampak bagi masyarakat.(TIA)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button