Internasional

Indonesia dan Belanda Bahas Regulasi AI dan Keamanan Siber

potretmaluku.id – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia, Nezar Patria, bertemu dengan Huub Janssen, AI Manager dari Otoritas Infrastruktur Digital Belanda (RDI), di sela-sela forum global UNESCO tentang etika kecerdasan buatan di Bangkok, Kamis, 27 Juni 2025.

Pertemuan bilateral itu membahas regulasi tata kelola kecerdasan artifisial (AI), dengan fokus pada pendekatan yang diambil Uni Eropa lewat EU AI Act. Keduanya juga menjajaki kerja sama di bidang kebijakan AI dan keamanan digital.

Nezar mengatakan Indonesia tengah menyusun Strategi dan Peta Jalan Nasional AI, dan menaruh perhatian besar pada pendekatan Uni Eropa yang mencoba menyeimbangkan inovasi dengan perlindungan terhadap warga.

“Kami belajar dari praktik terbaik negara-negara seperti Belanda,” ujarnya, sebagaimana dikutip infopublik.id.

Di forum itu, Janssen menjelaskan struktur EU AI Act yang menggunakan pendekatan berbasis risiko. Regulasi itu mengelompokkan sistem AI dalam tiga kategori: sistem yang dilarang seperti pengawasan massal dan pemeringkatan sosial; sistem berisiko tinggi yang berkaitan dengan infrastruktur kritis atau hak asasi manusia; dan sistem yang wajib transparan kepada pengguna.

Menurutnya, meski regulasi tak dapat mengendalikan seluruh proses teknis AI, negara tetap bisa mengatur dampak akhirnya—mulai dari transparansi, akuntabilitas, hingga perlindungan publik.

“Negara harus punya kekuatan regulatif untuk memastikan perusahaan teknologi besar tunduk pada prinsip-prinsip etis,” kata Janssen.

Nezar menambahkan bahwa Indonesia juga sedang mempertimbangkan pengaturan terhadap AI otonom, serta penggunaan teknologi digital yang berdampak terhadap anak dan remaja. Ia menilai pendekatan Belanda yang melibatkan lintas sektor, termasuk ahli pendidikan dan etika, layak dijadikan rujukan.

Diskusi juga menyinggung pentingnya forum global dan regional untuk berbagi pengalaman antarnegeri. Janssen menyebut inisiatif itu tengah digagas bersama UNESCO dan akan segera diluncurkan secara resmi.

“Kolaborasi internasional dalam tata kelola AI semakin mendesak, terutama untuk mengatasi ketimpangan antara negara produsen teknologi dan negara pengguna,” kata Nezar.

Ia menutup pertemuan dengan menyatakan kesiapan Indonesia membangun kerja sama strategis dengan Belanda, terutama di bidang kebijakan AI dan pengawasan keamanan digital.(*/TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button