Maluku

BMKG Waspadai Gelombang hingga 2,5 Meter di Perairan Maluku, Kabut Ganggu Jarak Pandang

BMKG mengingatkan kapal feri berisiko terhadap keselamatan pelayaran jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Cuaca di Sejumlah Pelabuhan

Prakiraan cuaca pelabuhan yang diterbitkan Stasiun Meteorologi Maritim Ambon juga memuat kondisi di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Pelabuhan Tulehu, Pelabuhan Penyeberangan Tual, dan Pelabuhan Banda Neira.

Di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, pada 15 Oktober, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga cerah dengan tinggi gelombang sekitar 0,1–0,5 meter. 

Suhu udara berkisar 25–31 derajat Celsius, dengan kelembapan sekitar 78–81 persen pada jam-jam prakiraan yang ditampilkan.

Di Pelabuhan Tulehu, tinggi gelombang juga diprakirakan sekitar 0,1–0,5 meter pada 15 Oktober. Suhu udara berkisar 25–31 derajat Celsius, sedangkan kelembapan berada pada kisaran 67–83 persen.

Adapun di Pelabuhan Penyeberangan Tual, cuaca pada 15 Oktober diprakirakan cerah hingga berawan. Tinggi gelombang berada pada kisaran 0,1–0,5 meter, dengan suhu udara sekitar 25–27 derajat Celsius dan kelembapan 78–90 persen.

Di Pelabuhan Banda Neira, tinggi gelombang pada 15 Oktober juga diprakirakan sekitar 0,1–0,5 meter.  Suhu udara berkisar 25–31 derajat Celsius, dengan kelembapan sekitar 77–81 persen.

Meski tinggi gelombang di sejumlah pelabuhan tersebut relatif rendah dalam periode prakiraan yang ditampilkan, kondisi cuaca dan laut dapat berbeda di perairan terbuka. 

Karena itu, pelaku pelayaran tetap perlu memperhatikan informasi terbaru sebelum berangkat.

Waspadai Udara Kabur

Selain kondisi gelombang, udara kabur menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi. 

Berkurangnya jarak pandang dapat menyulitkan awak kapal mengamati kondisi di sekitar jalur pelayaran, terutama ketika berlayar di wilayah dengan lalu lintas kapal yang padat.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3Next page

Berita Serupa

Back to top button