ASDP Operasikan 11 Armada Fery Layani Mudik Lebaran
potretmaluku.id – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon telah menyiapkan 11 armada Ferry untuk melayani arus mudik lebaran Idul Fitri tahun 2026.
“Ada 11 armada kapal ferry untuk mengjadapi arus mudik lebaran tahun 2026,” kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon, Syamsudin Tanassy kepada potretmaluku.id di ruang kerjanya, Selasa (10/3/2026).
Dari 11 armada, tiga diantaranya beroperasi di Maluju Tenggara (Malra), yaitu KMP Tanjuhg Madlahar dengan lintasan Tual – Tayando – Kur, dan Tual – Holat – Banda Eli, serta Tual – Elat. Kemudian KMP Lobster dengan lintasan Tual – Kur – Kesui, Tual – Dobo, Dobo – Lamira, Dobo – Benjina, Dobo – Serwatu. Sementara KMP Temi melayani lintasan Tual – Kaimana, Fak fak – Lobo, dan Tual – Larat.
Sementara delapam armada lainnya dioperasikan di wilayah pulau Ambon, Seram dan Pulau Buru, masing-masing KMP Danau Rana yang melayani rute Pulau Buru – Namlea – Masarete. KMP Layu melayani rute Wailei ke Umeputi. KMP Samandar melayani Waai – Umeputi – Nalahia – Kota Masohi. Satu kapal ferry juga disiapkan untuk melayanibrute Galala – Namlea.
“Empat kapal juga disiagakan pada jalur Hunimua – Waipirit, karena menjadi pantauan skala nasional. Dan ditambah dengan dua kapal lainnya dari PD Panca Karya,” katanya.
Empat kapal milik ASDP yang disiapkan di jalur oenyeberangam Hunimua – Waipirit yakni KMP Roka Tenda, KMP Trubuk, KMP Inalika, dan KMP Erana. Sedangkan dua kapal milik PD Panca Karya yaitu KMP Sardinela dan KMP Badaleon.
Dia mengaku, ASDP Cabang Ambon masih menggunakan skema operasional yang sama seperti jelang Natal 2025 dan Tahun Baru, karena berjalan lancar dan aman, terutama pada lintasan Hunimua – Waipirit.
Kata dia, secara reguler, trip pada lintasan tersebut itu sebanyak 13, namun bisa meningkat menjadi 17 trip. “Jadi waktu tunggu di pelabuhan yang biasanya satu jam setengah hingga dua jam, kami percepat menjadi satu jam. Namun jika terjadi kepadatan penumpang, kami lakukan selama 45 menit,” ujarnya.
ASDP Cabang Ambon memproyeksikan puncak arus mudik lebaran 2026 itu terjadi di H-3 dan H-2 lebaran tepatnya di tangval 17 hingga 18 Maret, dan telah dilakukan upaya antisipasi, dengan melakukan ujicoba operasi KMP Trubuk selama 24 jam.
“Kami tetap melakukan itu sesuai port time, karena mengacu pada mudik Natal dan Tahun Baru kemarin yang berjalan aman dan lancar,” imbuhnya. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



